
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat dalam penanganan bencana di Sumatera, dengan fokus utama memastikan pasokan energi tetap aman dan mendukung operasional darurat di wilayah yang terdampak banjir dan longsor, terutama di Sibolga dan Tapanuli Raya.
Sebagai langkah krusial dalam mempercepat proses penyelamatan, distribusi bantuan, dan pemulihan akses publik, Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan energi yang signifikan. Prioritas utama adalah penyediaan 6.000 liter Avtur untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Avtur ini akan digunakan untuk mendukung operasional pesawat dalam misi kemanusiaan, termasuk pengiriman logistik, pemantauan udara wilayah terdampak, dan percepatan distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Pengiriman Avtur ini merupakan dukungan langsung agar misi udara dapat terus berjalan dan menjangkau wilayah yang akses daratnya terputus," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, di Jakarta.
Seluruh Avtur diberangkatkan dari Bandara Polonia Medan menggunakan pesawat Hercules TNI AU menuju Sibolga dan sekitarnya. Pengiriman melalui udara menjadi solusi paling efektif mengingat banyak akses darat yang masih tertutup akibat material longsor.
Selain Avtur, Pertamina Patra Niaga juga memberikan dukungan energi tambahan berupa 5.100 liter Dexlite untuk operasional alat berat dan mobilisasi logistik penanganan darurat BNPB di wilayah terdampak. Pemerintah Daerah Tapanuli Utara menerima 5.000 liter Dexlite untuk operasional penanganan bantuan bencana, sementara Lanud Soewondo Medan mendapatkan 1.000 liter Pertamax untuk mendukung kendaraan operasional penanganan bencana.
"Energi adalah kebutuhan vital dalam situasi darurat. Kami pastikan dukungan ini dapat mempercepat proses penanganan prioritas di lapangan," tambah Roberth.
Selain dukungan darurat, Pertamina Patra Niaga menjamin penyaluran BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman dan berjalan lancar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sekitarnya. Pemantauan suplai dilakukan setiap hari, dengan penguatan pola Regular Alternative Emergency (RAE) dari IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai ke daerah terdampak untuk memastikan SPBU dan lembaga penyalur memiliki stok yang mencukupi. Dengan langkah-langkah ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk mendukung pemulihan Sumatera pasca bencana.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar