
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) semakin memantapkan diri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan kawasan industri. Komitmen ini ditegaskan dalam acara Krakatau Industrial Business Gathering 2026 di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyatakan bahwa Krakatau Steel Group akan terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan mempermudah investasi bagi para tenant dan investor. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun kawasan industri yang kompetitif dan menarik. Langkah strategis ini diambil untuk memanfaatkan peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang lebih atraktif.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020-2024, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan pandangan strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi industri nasional di tahun 2026. Sandiaga meyakinkan bahwa ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5%. Menurutnya, peningkatan daya saing kawasan industri menjadi faktor krusial dalam membuka peluang investasi yang lebih luas. Kawasan industri merupakan mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun 2026, Sandiaga menekankan bahwa ini adalah momen yang tepat untuk menjadi first mover dalam berinvestasi, bukan lagi saatnya untuk menunggu dan melihat.
Sandiaga menambahkan bahwa masa depan kawasan industri terletak pada integrasi konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global. Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bisnis, yang mana memberikan dampak baik dan menguntungkan. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional.
Sejalan dengan pesan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat, Krakatau Steel berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tetapi juga membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Semangat Krakatau Steel untuk go global semakin nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan segera menyusul. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi kawasan industri di Indonesia.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar