Terungkap di Rapat Kabinet! Setelah Sukses Swasembada Beras, Presiden Prabowo ‘Gemparkan’ Istana dengan Visi Ambisius: Protein Lautan RI Siap Jadi Kunci Ketahanan Pangan Global dan Dongkrak Ekonomi Nasional! Apa Implikasinya bagi Dompet Anda?

COLLABMEDIANET

55 NEWS – Jakarta – Lanskap kebijakan ketahanan pangan nasional Indonesia tengah memasuki fase transformatif. Setelah berhasil mengukir capaian signifikan dalam swasembada beras, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini secara ambisius mengarahkan pandangan pada percepatan swasembada protein. Langkah strategis ini dipandang sebagai pilar krusial berikutnya untuk memperkokoh fondasi kemandirian pangan dan gizi masyarakat Indonesia.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Inisiatif swasembada protein ini menandai evolusi strategi makro pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Bukan hanya sekadar diversifikasi sumber pangan, namun juga merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh, melampaui ketergantungan pada komoditas karbohidrat. Ini adalah visi jangka panjang yang bertujuan menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Menyikapi arahan Presiden, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam pernyataannya kepada 55tv.co.id, usai mengikuti taklimat Presiden pada Rapat Kerja Pemerintah yang melibatkan jajaran Kabinet Merah Putih, eselon I kementerian/lembaga, serta direksi BUMN di Istana Negara, Rabu (8/4/2026), menggarisbawahi urgensi target ini. "Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein," tegas Prasetyo.

Prasetyo Hadi merinci bahwa optimalisasi sumber protein berbasis kelautan akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan kekayaan hayati laut yang melimpah, potensi sektor maritim Indonesia dinilai sangat besar dan strategis untuk dioptimalkan guna menopang kebutuhan gizi serta memperkuat rantai pasok pangan nasional. Pengembangan sektor ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

"Protein, salah satu pilar utamanya, adalah yang berbasis dari ikan. Oleh karena itu, betapa krusialnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi biru," imbuh Prasetyo, menekankan dimensi ekonomi dari kebijakan ini. Kebijakan ini diproyeksikan akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan nelayan dan pelaku usaha perikanan, serta mengurangi ketergantungan impor protein, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar