55 NEWS – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pesan penting dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam pidato perdananya di hadapan para pemimpin dunia, Gibran menekankan pentingnya kerja sama internasional yang memberdayakan, bukan mendikte. Sabtu (22/11/2025).

Related Post
Gibran menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak untuk menentukan arah pembangunannya sendiri. "Indonesia percaya bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri karena tidak ada satu model yang cocok untuk semua. Tidak ada yang namanya metode terbaik," ujarnya. Pernyataan ini seolah menjadi antitesis terhadap anggapan bahwa negara-negara maju selalu memiliki solusi terbaik untuk negara berkembang.

Lebih lanjut, Gibran menekankan bahwa kerja sama antarnegara harus didasari prinsip saling menghormati dan memberdayakan. "Kerja sama harus memberdayakan, bukan mendikte. Kerja sama harus mengangkat, bukan menciptakan ketergantungan," tegasnya. Pesan ini menjadi krusial di tengah isu ketidaksetaraan global dan potensi jebakan utang yang menghantui negara-negara berkembang.
Dalam sesi pertama KTT G20, para pemimpin dunia membahas isu-isu krusial seperti ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan, serta masalah utang di negara-negara berkembang. Gibran menyampaikan pandangan Indonesia bahwa pertumbuhan global tidak hanya harus kuat, tetapi juga adil dan inklusif, untuk memajukan setiap bangsa. Indonesia meyakini pertumbuhan global tidak hanya harus kuat, tetapi juga adil dan inklusif, untuk memajukan setiap bangsa.
Pernyataan Gibran ini menjadi sorotan karena menyoroti dinamika hubungan antara negara maju dan berkembang. Apakah ini sinyal perubahan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih tegas dalam membela kepentingan negara berkembang? Hanya waktu yang bisa menjawab. Informasi ini dikutip dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar