55 NEWS – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan isu keadilan dalam pembiayaan internasional bagi negara berkembang sebagai poin krusial dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Penegasan ini menjadi sorotan utama di tengah agenda global yang berupaya mencari solusi atas tantangan ekonomi dunia.

Related Post
Meskipun agenda keuangan (Finance Track) telah mencapai kesepakatan sebelum pertemuan puncak para pemimpin negara, Wamenkeu Thomas Djiwandono menekankan bahwa Wapres Gibran kembali mengangkat isu ini dengan nada yang lebih tegas di forum utama. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

"Saya ingin menekankan bahwa Bapak Wakil Presiden sangat menekankan isu-isu yang menyangkut pembiayaan internasional," ujar Thomas dalam konferensi pers mengenai hasil KTT G20 Afrika Selatan 2025, Minggu (23/11/2025). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Indonesia tidak akan berhenti menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan oleh negara-negara berkembang dalam mengakses sumber pendanaan global.
Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa inti dari penekanan ini adalah agar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, mendapatkan akses pembiayaan yang adil dan setara. Isu ini bukan barang baru, namun kembali ditegaskan oleh Wapres Gibran sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam memperjuangkan keadilan ekonomi global.
Dorongan Indonesia ini sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia akan terus mendorong negara-negara berkembang (Global South) untuk mendapatkan pembiayaan internasional yang lebih mudah diakses dan setara. Upaya ini diharapkan dapat membantu negara-negara berkembang untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar