55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuat pengumuman mengejutkan terkait penemuan 250 ton beras impor ilegal di Sabang, Aceh. Ratusan ton beras yang diduga kuat milik PT Multazam Sabang Group (MSG) ini kini telah disegel dan menjadi fokus investigasi mendalam oleh pihak berwajib.

Related Post
Amran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap dalang di balik impor ilegal ini. "Kami akan mendalami siapa yang bertanggung jawab. Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (23/11/2025).

Meskipun Sabang merupakan zona perdagangan bebas (free trade zone), Mentan Amran menekankan bahwa kegiatan impor tetap harus mematuhi persetujuan dan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Ia menjelaskan bahwa beras impor tersebut berasal dari Thailand dan Vietnam, yang menawarkan harga lebih murah.
"Memang betul itu zona bebas perdagangan, tapi harus dipahami secara menyeluruh. Harus sesuai dengan kebijakan pusat. Inilah yang mungkin terabaikan," jelasnya. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang mekanisme pengawasan dan potensi pelanggaran dalam kegiatan impor di zona perdagangan bebas. Kasus ini menjadi sorotan tajam dan diharapkan dapat mengungkap praktik-praktik ilegal yang merugikan petani lokal dan stabilitas pangan nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar