55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto menggemparkan dunia ekonomi dengan rencana pembentukan dewan nasional yang fokus pada kesejahteraan keuangan. Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Prabowo menerima kunjungan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Kunjungan Ratu Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif (UNSGSA) ini semakin menguatkan sinyal betapa seriusnya perhatian pemerintah terhadap isu ini.

Related Post
Airlangga menjelaskan bahwa dewan baru ini akan melengkapi peran Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang sudah ada, namun dengan cakupan yang lebih luas dan mendalam. "Bapak Presiden meminta agar dibentuk dewan nasional terkait kesejahteraan keuangan atau financial health," ungkap Airlangga.

Lantas, apa sebenarnya tugas utama dewan super ini? Menurut Airlangga, dewan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyiapkan sistem data keuangan yang terbuka (open data). Tujuannya adalah agar data ini dapat dimanfaatkan secara luas, tidak hanya oleh perbankan, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Peningkatan literasi keuangan juga menjadi fokus utama. Pemerintah menyadari bahwa masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, dewan ini juga akan mendorong pengembangan identitas digital (digital ID), berbagi pengetahuan (knowledge sharing), dan pendalaman sektor asuransi. "Nantinya didorong agar data keuangan dapat diakses secara lebih terbuka," tegas Airlangga. Pembentukan dewan ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar