55 NEWS – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, membuka tabir mengenai arahan khusus dari Istana terkait pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2025. Menurutnya, pemerintah tidak menginginkan Rapimnas hanya menjadi ajang seremonial belaka.

Related Post
Anindya menjelaskan bahwa Istana menekankan pentingnya pendekatan bottom-up dalam Rapimnas kali ini. Artinya, pemerintah mengharapkan masukan-masukan konkret dan substansial dari berbagai lapisan pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha kecil hingga korporasi besar.

"Jadi kali ini kita melihat kelihatannya dari pemerintah dan juga pimpinan pemerintah. Ingin tidak seremonial, jadi benar-benar kita buat bottom-up," ungkap Anindya usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Park Hyatt Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Lebih lanjut, Anindya memaparkan rangkaian acara Rapimnas yang akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. "Besok kami akan membuka Rapimnas bersama Ketua MPR. Lalu malamnya Ketua DPR hadir bersama kami. Dan besoknya hari Selasa, banyak sekali kolega kami di Kabinet yang hadir dan ditutup oleh Menteri Investasi dan CEO Danantara," jelasnya.
Pemerintah, lanjut Anindya, sangat menantikan laporan dan masukan yang dihasilkan dari Rapimnas. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan aspirasi dunia usaha dan menjadikannya sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Dengan pendekatan bottom-up yang ditekankan Istana, Rapimnas Kadin 2025 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih relevan dan implementatif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar