55 NEWS – Di tengah amukan cuaca ekstrem yang melanda perairan Sumatera, armada kapal energi menunjukkan kegigihannya dalam memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang terisolasi. Para pelaut pemberani ini harus berjibaku dengan gelombang tinggi, perubahan rute yang tak terduga, dan penundaan proses sandar, namun distribusi energi dan logistik tetap dipaksakan berjalan demi memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Related Post
Vega Pita, Pjs Corporate Secretary PIS, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan berat bagi armada kapal dalam menjalankan tugas vitalnya. "Namun, kami telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tetap berjalan lancar," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/12/2025). Langkah-langkah tersebut meliputi pengalihan rute yang fleksibel dan penyiapan armada khusus untuk mengantisipasi kebutuhan percepatan tambahan stok. Lebih lanjut, Vega menambahkan bahwa kapal-kapal PIS juga siap dioptimalkan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Sumatera.

PIS terus berupaya keras menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri di tengah tantangan cuaca yang tak bersahabat. Sebagai contoh nyata, di Fuel Terminal Medan, tiga kapal yang mengangkut BBM, yakni 280 ribu barel Pertalite dan 30 ribu KL Solar, sempat mengalami kesulitan untuk bersandar sejak 23 November 2025. Namun berkat kegigihan dan koordinasi yang intens, kapal-kapal tersebut akhirnya berhasil merapat pada 1 Desember 2025.
Selama masa penantian yang menegangkan, PIS menjalin koordinasi erat dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan mitigasi alih distribusi penyaluran BBM dari IT Lhokseumawe, FT Kisaran, dan FT Siantar ke FT Medan Group melalui armada truk tangki sejak 23 November 2025. Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak keterlambatan sandar kapal terhadap ketersediaan BBM bagi masyarakat. Upaya ini membuktikan komitmen PIS dalam menjaga ketahanan energi nasional, bahkan di tengah kondisi cuaca yang paling ekstrem sekalipun.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar