Di Balik Kekayaan Triliunan Prajogo Pangestu: Menguak Daftar Saham ‘Sakti’ di BEI yang Jadi Sumber Kekuatan Finansial Sang Raja Bisnis!

Di Balik Kekayaan Triliunan Prajogo Pangestu: Menguak Daftar Saham 'Sakti' di BEI yang Jadi Sumber Kekuatan Finansial Sang Raja Bisnis!

55 NEWS – Sosok Prajogo Pangestu, taipan yang kini menduduki peringkat kedua sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2025, tak henti menjadi sorotan. Kekayaan fantastisnya yang mencapai USD 39,8 miliar atau setara Rp 664,34 triliun (kurs Rp 16.692 per USD) bukan semata hasil bisnis konvensional, melainkan juga ditopang oleh portofolio saham strategisnya yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

COLLABMEDIANET

Kehadiran perusahaan-perusahaan di bawah bendera Prajogo di lantai bursa bukan hanya sekadar formalitas. Ini adalah strategi cerdas yang secara langsung memengaruhi valuasi bisnisnya, dan pada akhirnya, turut mendongkrak pundi-pundi kekayaannya. Bisnisnya merentang dari petrokimia, pertambangan batu bara, hingga energi baru terbarukan, menunjukkan diversifikasi yang solid dan adaptasi terhadap tren pasar global. Saham-saham yang berada dalam kendali Prajogo Pangestu dikenal bukan hanya karena kapitalisasi pasarnya yang masif, tetapi juga likuiditasnya yang tinggi, menjadikannya primadona di kalangan investor.

Di Balik Kekayaan Triliunan Prajogo Pangestu: Menguak Daftar Saham 'Sakti' di BEI yang Jadi Sumber Kekuatan Finansial Sang Raja Bisnis!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berikut adalah daftar saham-saham kunci yang menjadi pilar kekayaan Prajogo Pangestu di BEI:

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) adalah inti dari kerajaan bisnis Prajogo Pangestu. Perusahaan ini menjadi gerbang utama sang taipan memasuki pasar modal pada tahun 1993. Kala itu, BRPT melepas 85 juta lembar saham saat IPO, menandai dimulainya perjalanan panjang sebagai entitas publik yang tangguh dan adaptif. Per 16 Desember 2025, harga saham BRPT tercatat di level Rp 3.580, menunjukkan konsistensi dan daya tahan di tengah dinamika pasar.

2. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
Selanjutnya, ada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), anak usaha Barito Pacific yang berfokus pada industri petrokimia. TPIA melantai di bursa pada tahun 2008 dengan harga IPO Rp 2.200 per saham. Kini, Chandra Asri telah menjelma menjadi salah satu raksasa petrokimia di Indonesia, dengan harga saham yang terus menunjukkan tren pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 7.075 per 16 Desember 2025. Perusahaan ini menjadi tulang punggung dalam penyediaan bahan baku penting bagi industri domestik.

3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Yang tak kalah menarik adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan batu bara dan relatif baru di BEI, melakukan IPO pada 8 Maret 2023 dengan harga penawaran Rp 220. Saham CUAN langsung mencuri perhatian investor, mencatatkan enam kali auto-reject atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sebuah indikasi kuat tingginya permintaan pasar dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Per 16 Desember 2025, harga saham CUAN berada di level Rp 2.360.

Portofolio saham Prajogo Pangestu ini tidak hanya mencerminkan strategi investasi yang matang, tetapi juga menggambarkan bagaimana diversifikasi sektor dan pemilihan waktu yang tepat dalam melantai di bursa dapat menjadi kunci untuk membangun kekayaan yang luar biasa di pasar modal.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar