Detik-detik PLTSa Benowo Nyaris Kolaps! Terungkap, Kebijakan APBN Prabowo Jadi Biang Kerok? Kemenkeu Siapkan Rp120 Miliar, Selamatkan Proyek Energi Bersih Pertama Indonesia!

Detik-detik PLTSa Benowo Nyaris Kolaps! Terungkap, Kebijakan APBN Prabowo Jadi Biang Kerok? Kemenkeu Siapkan Rp120 Miliar, Selamatkan Proyek Energi Bersih Pertama Indonesia!

55 NEWS – Jakarta – Sebuah angin segar berhembus bagi masa depan energi terbarukan Indonesia. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi mengumumkan langkah penyelamatan krusial terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo di Surabaya, Jawa Timur, yang sebelumnya berada di ambang kebangkrutan. Dengan komitmen anggaran Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) yang diperkirakan mencapai Rp120 miliar, pemerintah berupaya memastikan keberlanjutan operasional fasilitas Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) pertama di Tanah Air ini dari risiko gagal bayar.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Nugroho Susanto, selaku operator PLTSa Benowo, menyambut baik keputusan strategis ini. Menurutnya, suntikan dana tersebut sangat vital untuk menjaga roda bisnis perusahaan tetap berputar dan memenuhi kewajiban finansial kepada para kreditur. "Harapan kami agar supaya perusahaan kami dapat tetap beroperasi dan dapat melunasi kewajiban juga kepada pihak lender. Kami berharap BLPS ini dapat dianggarkan baik untuk tahun 2025 dan seterusnya," terang Agus dalam rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan di Jakarta, Selasa (23/12/2025), seperti dilansir 55tv.co.id.

Detik-detik PLTSa Benowo Nyaris Kolaps! Terungkap, Kebijakan APBN Prabowo Jadi Biang Kerok? Kemenkeu Siapkan Rp120 Miliar, Selamatkan Proyek Energi Bersih Pertama Indonesia!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Krisis keuangan yang menghantam PLTSa Benowo bukan tanpa sebab. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Askolani, menjelaskan bahwa pangkal masalahnya terletak pada kebijakan pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Dana BLPS yang secara historis masuk dalam komponen DAK nonfisik sebagai bagian dari Transfer ke Daerah, ternyata tidak terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Kondisi ini secara langsung memicu ancaman default bagi operasional PLTSa Benowo.

Situasi genting ini mendorong pemerintah untuk bergerak cepat mencari solusi. Menteri Keuangan Purbaya, dalam rapat yang intens, menegaskan komitmen Kemenkeu untuk mengalokasikan dana BLPS tersebut. Sebelumnya, opsi penyelamatan melalui anggaran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun berjalan sempat dipertimbangkan, namun kendala waktu menjadi penghalang utama. Askolani memberikan kepastian teknis pelaksanaan anggaran tersebut, "Januari sudah bisa dieksekusi Pak (Menteri). Pas Januari sudah bisa dilaksanakan," ujarnya, merujuk pada eksekusi dana pada Januari 2026.

Keputusan Kemenkeu ini tidak hanya menyelamatkan satu entitas bisnis, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sebagai pionir PSEL di Indonesia, keberlanjutan PLTSa Benowo menjadi indikator penting bagi investasi dan pengembangan proyek serupa di masa depan, sekaligus menjaga kepercayaan investor dan kreditur terhadap stabilitas proyek infrastruktur strategis nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar