55 NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara tegas menetapkan peningkatan kualitas emiten sebagai pilar utama dalam strategi pengembangan pasar modal nasional untuk tahun 2026. Langkah fundamental ini, sebagaimana diungkapkan oleh otoritas, akan berpusat pada penyempurnaan menyeluruh kebijakan saham publik atau free float, termasuk inisiatif penerapan skema continuous free float. Tujuannya jelas: menciptakan likuiditas pasar yang lebih tangguh dan sehat, memberikan kepastian bagi para pelaku pasar.

Related Post
Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, menguraikan bahwa inisiatif ini tidak lepas dari ekspektasi pasar terhadap rilis metodologi perhitungan free float yang lebih komprehensif dari MSCI. Lebih lanjut, OJK juga akan mengintensifkan regulasi terkait pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) dan memperjelas kerangka aturan mengenai mekanisme exit policy atau delisting dari bursa. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga integritas pasar.

Dalam pidato pembukaan hari pertama pasar modal 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026), Mahendra menegaskan pentingnya transparansi ultimate beneficial owner. "Transparansi UBO sangat esensial untuk membatasi potensi transaksi yang tidak wajar dan secara signifikan mengurangi keraguan yang mungkin timbul di kalangan investor," ujarnya, menekankan komitmen OJK terhadap praktik pasar yang adil dan transparan.
Mahendra Siregar secara lugas menggarisbawahi bahwa tahun 2026 akan menjadi fase krusial bagi implementasi kebijakan-kebijakan fundamental yang bertujuan untuk memperdalam struktur pasar keuangan nasional. OJK, lanjutnya, bertekad untuk membangun sebuah ekosistem pasar modal yang tidak hanya menonjol dari aspek valuasi, tetapi juga kokoh dalam prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Menutup pernyataannya, Mahendra menegaskan bahwa sepanjang tahun 2026, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan di pasar modal akan bersinergi untuk mengimplementasikan serangkaian program strategis. Ini semua demi mewujudkan penguatan fundamental pasar modal Indonesia, menjadikannya lebih resilien dan kompetitif di kancah global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar