Ancaman Senyap di Balik Puncak Arus Balik Nataru: Aquaplaning Siap Hantam Roda Ekonomi dan Keselamatan Anda! Simak Strategi Jitu Hindari Kerugian Fatal di Jalan Tol.

Ancaman Senyap di Balik Puncak Arus Balik Nataru: Aquaplaning Siap Hantam Roda Ekonomi dan Keselamatan Anda! Simak Strategi Jitu Hindari Kerugian Fatal di Jalan Tol.

55 NEWS – Memasuki fase puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, mobilitas masyarakat mencapai puncaknya. Jutaan kendaraan memadati ruas jalan tol, menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan sosial. Namun, di tengah euforia perjalanan pulang, sebuah ancaman senyap mengintai: aquaplaning. Kondisi berbahaya ini, yang terjadi saat ban kendaraan kehilangan daya cengkeram akibat genangan air di permukaan jalan, berpotensi tidak hanya membahayakan nyawa tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, baik bagi individu maupun rantai logistik nasional.

COLLABMEDIANET

Cuaca ekstrem yang tidak menentu, dengan intensitas hujan lebat yang kerap terjadi, menjadi faktor pemicu utama risiko aquaplaning. Chief Technical Officer Astra Infra Group, Rinaldi, pada Sabtu (3/1/2026), menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra. "Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara, khususnya pada cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi visibilitas dan kondisi jalan," ujarnya, mengingatkan bahwa kelancaran arus balik adalah cerminan efisiensi pergerakan barang dan jasa.

Ancaman Senyap di Balik Puncak Arus Balik Nataru: Aquaplaning Siap Hantam Roda Ekonomi dan Keselamatan Anda! Simak Strategi Jitu Hindari Kerugian Fatal di Jalan Tol.
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Fenomena aquaplaning dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali sepenuhnya, berujung pada kecelakaan yang tidak hanya merugikan materi tetapi juga bisa menghentikan perjalanan dan aktivitas ekonomi. Untuk meminimalkan risiko tersebut, para pengemudi diimbau untuk menerapkan strategi berkendara yang defensif dan proaktif. Langkah-langkah krusial meliputi pengurangan kecepatan saat hujan, menjaga jarak aman yang lebih jauh dengan kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak yang bisa memicu hilangnya traksi. Lebih lanjut, memastikan kondisi ban dalam keadaan prima dengan kedalaman alur yang memadai dan tekanan angin yang sesuai standar adalah investasi keselamatan yang tak boleh diabaikan.

Para pengelola jalan tol, menyadari potensi disrupsi ini, juga telah mengambil langkah-langkah preventif komprehensif. Upaya-upaya tersebut mencakup optimalisasi fungsi saluran drainase untuk mencegah genangan air, melakukan re-sloping pada lereng di sekitar jalan tol untuk meminimalkan risiko longsor, serta menyiagakan perlengkapan penanganan banjir. Armada pompa air, alat berat, dan ribuan karung pasir (sandbag) disiapkan di titik-titik rawan, menunjukkan komitmen infrastruktur dalam menjaga konektivitas dan meminimalkan disrupsi yang bisa menghambat distribusi barang dan jasa.

Dengan kewaspadaan kolektif dari pengendara dan kesiapan infrastruktur, diharapkan puncak arus balik Nataru dapat berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden yang menghambat perputaran roda ekonomi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar