55 NEWS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru-baru ini merilis evaluasi komprehensif terkait penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), menandai berakhirnya periode krusial mobilitas masyarakat. Hasilnya sangat menggembirakan, menunjukkan kelancaran dan terkendalinya arus lalu lintas secara optimal, bahkan melampaui masa puncak arus balik. Pencapaian ini bukan sekadar kabar baik bagi pengguna jalan, melainkan juga sebuah indikator positif yang kuat bagi stabilitas ekonomi dan efisiensi mobilitas nasional.

Related Post
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, pada Senin (5/1/2026), menegaskan bahwa periode Nataru yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga saat ini telah berjalan dengan kinerja yang sangat memuaskan. "Peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan dan kelancaran pergerakan lalu lintas menjadi sorotan utama, jauh melampaui capaian tahun sebelumnya. Pencapaian ini, menurut Aan, merupakan hasil nyata dari sinergi dan kolaborasi erat antara berbagai instansi terkait," ujar Aan. Ia juga menambahkan bahwa regulasi pembatasan angkutan barang, pengaturan lalu lintas di jalan tol, dan penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama, secara resmi telah berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 waktu setempat, menandakan kembalinya aktivitas lalu lintas ke kondisi normal.

Senada dengan Kemenhub, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan data statistik yang lebih spesifik mengenai peningkatan aspek keselamatan. "Secara keseluruhan, jumlah insiden kecelakaan selama periode Nataru ini tercatat menurun sebesar 7 persen. Lebih krusial lagi, angka fatalitas korban meninggal dunia menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, mencapai 27,12 persen," jelas Irjen Pol Agus. Ia juga menyoroti keberhasilan aparat dalam mengendalikan arus di jalan tol, jalan arteri, serta menjaga ketertiban di lokasi-lokasi wisata dan rumah ibadah. "Jika tahun lalu terdapat tiga peristiwa menonjol, tahun ini berhasil ditekan menjadi hanya satu peristiwa. Evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini dapat dikatakan berjalan sangat lancar," tambahnya, menegaskan efektivitas strategi pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Dari sisi infrastruktur jalan tol, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, memaparkan data terkini hingga siang kemarin. Jumlah kendaraan yang telah kembali melalui jaringan jalan tol Jasa Marga sudah mencapai 2,85 juta unit, mendekati proyeksi total 2,9 juta pengguna jalan tol untuk periode ini. "Angka ini menunjukkan bahwa kapasitas dan manajemen lalu lintas jalan tol mampu mengakomodasi volume kendaraan yang tinggi dengan efisien, sesuai dengan proyeksi awal," kata Rivan. Ia merinci, dominasi arus balik masih sebagian besar berasal dari arah Timur sebesar 46 persen, diikuti arah Barat 29,2 persen, dan arah Bogor sebesar 23 persen, menunjukkan pola pergerakan yang terprediksi dan terkelola dengan baik.
Keberhasilan pengelolaan Nataru 2025/2026 ini tidak hanya mencerminkan efektivitas koordinasi antarlembaga dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga memberikan gambaran positif tentang peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Penurunan angka kecelakaan, khususnya fatalitas, adalah indikator penting peningkatan kualitas keselamatan transportasi yang berdampak langsung pada produktivitas ekonomi dan kepercayaan publik terhadap sistem transportasi nasional. Ini menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar