55 NEWS – Kabar gembira menyelimuti konsumen di seluruh Indonesia pada Minggu, 11 Januari 2026. Data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan bahwa mayoritas harga komoditas pangan utama mengalami penurunan signifikan, dengan cabai merah mencatat anjlok paling drastis hingga lebih dari 35%. Fenomena ini tentu menjadi angin segar di tengah kebutuhan pokok yang kerap bergejolak, berpotensi meringankan beban pengeluaran rumah tangga di awal tahun.

Related Post
Berdasarkan Panel Harga Pangan Nasional Bapanas yang diakses 55tv.co.id, penurunan harga terpantau merata di berbagai lini. Komoditas beras, sebagai makanan pokok, menunjukkan tren positif. Beras premium terkoreksi 3,55% menjadi Rp14.986 per kilogram, sementara beras medium turun 3,48% ke level Rp13.282 per kilogram. Bahkan, beras khusus lokal mengalami koreksi harga paling tajam di sektor ini, yakni 7,79%, kini diperdagangkan di angka Rp14.650 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada jagung sebesar 4,45% menjadi Rp6.650 per kilogram dan kedelai biji kering impor yang turun 4,39% menjadi Rp10.369 per kilogram.

Sektor bumbu dapur dan protein hewani juga tidak luput dari tren penurunan. Bawang merah anjlok 17% menjadi Rp36.293 per kilogram, diikuti bawang putih yang turun 4,57% menjadi Rp36.724 per kilogram. Namun, bintang utama penurunan harga adalah cabai. Cabai merah keriting memimpin dengan penurunan fantastis 35,11% menjadi Rp29.979 per kilogram. Cabai merah besar juga tak kalah, turun 33,75% menjadi Rp25.875 per kilogram, dan cabai rawit merah terkoreksi 25,47% menjadi Rp40.955 per kilogram. Di segmen protein, daging sapi murni turun 5,08% menjadi Rp129.000 per kilogram, daging ayam ras turun 3,90% menjadi Rp37.579 per kilogram, dan telur ayam ras turun 7,32% menjadi Rp28.868 per kilogram. Gula konsumsi juga menunjukkan tren serupa, turun 3,32% menjadi Rp17.446 per kilogram.
Penurunan harga yang masif ini mengindikasikan adanya perbaikan pasokan di pasar domestik, mungkin didorong oleh panen raya yang melimpah atau kelancaran distribusi yang lebih baik. Bagi konsumen, kondisi ini tentu sangat menguntungkan, berpotensi meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan menjaga stabilitas inflasi. Namun, di sisi lain, penurunan harga yang terlalu drastis juga perlu dicermati agar tidak merugikan petani di tingkat hulu. Bapanas, sebagai regulator, diharapkan terus memantau dinamika harga ini untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen, demi terciptanya ekosistem pangan yang adil dan berkelanjutan.
Dengan mayoritas komoditas menunjukkan tren penurunan, masyarakat dapat bernapas lega. Stabilitas harga pangan menjadi kunci penting dalam menjaga daya beli dan optimisme ekonomi nasional di awal tahun ini.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar