55 NEWS – Di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantam banyak sektor, kisah inspiratif datang dari Heddy Pamungkas, seorang warga Karang Kebon Utara, Semarang. Alih-alih terpuruk, Heddy justru melihat peluang, bangkit dengan mendirikan usaha kuliner sederhana bernama Angkringan Moses. Berkat kegigihan dan dukungan strategis dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, angkringannya tak hanya bertahan, namun juga berkembang pesat, menarik lebih banyak pelanggan, dan secara signifikan mengangkat perekonomian keluarganya.

Related Post
Heddy, dengan naluri bisnisnya, melihat potensi besar pada segmen angkringan. Ia menilai, model bisnis ini memiliki daya tarik kuat dan prospek jangka panjang di tengah masyarakat. Namun, seperti layaknya usaha mikro lainnya, Angkringan Moses tak lepas dari tantangan. Beroperasi di tepi jalan raya, cuaca buruk seperti hujan menjadi musuh utama, mengancam pendapatan harian. Selain itu, gangguan dari oknum tak bertanggung jawab juga menjadi bagian dari dinamika usaha di ruang publik.

Fluktuasi jumlah pelanggan menjadi tantangan lain yang harus dihadapi. Lalu lintas jalan yang ramai tidak selalu menjamin volume penjualan yang stabil. Namun, Heddy jeli memanfaatkan lokasi strategis angkringannya yang berdekatan dengan hotel. Posisi ini membuka segmen pasar baru, tidak hanya mengandalkan pengendara yang lewat, tetapi juga menarik tamu hotel. "Perkembangan pelanggan cukup positif, selalu ada wajah baru. Meskipun dinamika penjualan harian memang tidak selalu konstan, secara keseluruhan, kami bersyukur operasional berjalan lancar," ungkap Heddy, menggambarkan stabilitas relatif usahanya.
Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan usaha, Heddy menyadari perlunya suntikan modal untuk ekspansi. Kebutuhan akan inventaris baru dan peningkatan fasilitas menjadi krusial. Atas rekomendasi dari tetangga, Heddy memberanikan diri untuk mengajukan pembiayaan melalui program KUR BRI. Kemudahan akses dan persyaratan yang tidak memberatkan, terutama tanpa jaminan tambahan yang kompleks, menjadi daya tarik utama. Tak butuh waktu lama, Heddy berhasil mendapatkan kucuran dana KUR sebesar Rp15 juta, yang seluruhnya dialokasikan untuk pengembangan Angkringan Moses.
Heddy mengapresiasi efisiensi proses pengajuan KUR di BRI. "Saya tahu KUR BRI dari tetangga. Prosesnya sangat cepat, hanya satu hari kerja. Malamnya pengajuan dan langsung disurvei, keesokan harinya saya diminta datang ke kantor untuk tanda tangan, dan dana langsung cair," jelasnya kepada 55tv.co.id. Dana sebesar Rp15 juta tersebut digunakan secara strategis untuk memperkuat operasional: pengadaan stok kerupuk dalam jumlah lebih besar, penambahan meja untuk kenyamanan pelanggan, serta penggantian perkakas yang sudah usang, memastikan kualitas layanan dan efisiensi kerja tetap terjaga.
Kisah Heddy Pamungkas ini menjadi bukti nyata bagaimana program KUR BRI tidak hanya sekadar fasilitas pembiayaan, melainkan katalisator kebangkitan ekonomi bagi pelaku UMKM yang gigih. Dari keterpurukan PHK, Angkringan Moses kini menjelma menjadi usaha yang stabil dan menjanjikan, berkat visi Heddy dan dukungan perbankan yang responsif.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar