55 NEWS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru-baru ini merilis data yang menenangkan pasar dan masyarakat, menegaskan posisi Indonesia yang kuat dalam ketahanan pangan di awal tahun 2026. Dengan cadangan beras nasional yang mencapai angka impresif 3,36 juta ton, pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga tanpa perlu bergantung pada impor, sebuah langkah strategis yang patut diapresiasi di tengah dinamika ekonomi global.

Related Post
Direktur Distribusi Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id, menjelaskan rincian cadangan tersebut. Per tanggal 12 Januari 2026, total stok beras tercatat 3,36 juta ton. Angka ini didominasi oleh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton, menunjukkan kapasitas penyimpanan dan pengelolaan yang tangguh oleh Bulog. Sementara itu, stok komersial dari pelaku usaha swasta turut berkontribusi dengan 129 ribu ton.

"Dengan posisi cadangan yang begitu kuat ini, pemerintah menjamin kebutuhan pokok masyarakat akan terpenuhi sepenuhnya, menghilangkan urgensi untuk melakukan impor," tegas Rachmi. Ia menambahkan, "Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan kelancaran rantai distribusi dari hulu ke hilir dan menjaga agar harga beras tetap stabil di tingkat konsumen, sehingga tidak membebani daya beli masyarakat."
Selain menjaga kecukupan cadangan, pemerintah, melalui Bapanas, juga gencar memperkuat upaya stabilisasi harga melalui berbagai intervensi pasar dan program bantuan pangan. Hingga 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk alokasi periode Oktober–November 2025 telah menjangkau 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Angka ini setara dengan 96,71 persen dari total sasaran 18,27 juta PBP, menunjukkan efektivitas program dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan menjaga daya beli mereka.
Data ini mengukuhkan optimisme terhadap ketahanan pangan nasional di awal tahun 2026. Pemerintah, melalui Bapanas, menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam mengelola pasokan dan harga, memberikan jaminan stabilitas di tengah potensi gejolak pasar.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar