55 NEWS – Sektor maritim Indonesia kembali menjadi sorotan tajam, terutama terkait standar keselamatan kapal yang beroperasi di perairan nusantara. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, sebagai entitas kunci dalam industri ini, mendesak seluruh pelaku usaha perkapalan untuk tidak hanya memahami, tetapi juga secara ketat mematuhi standar keselamatan dan ketentuan klasifikasi yang berlaku. Langkah ini krusial demi memastikan setiap armada, baik yang baru dibangun maupun yang telah lama beroperasi, memenuhi regulasi nasional dan internasional, sekaligus menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan reputasi ekonomi maritim Indonesia di kancah global. Laporan ini dihimpun pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 20:03 WIB.

Related Post
BKI secara tegas menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara regulator, operator industri, dan lembaga klasifikasi. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan proses Penerimaan Kapal Bangunan Baru (PKBB) dan Penerimaan Kapal Bangunan Lama (PKBL) yang lebih terstruktur, transparan, dan tentunya, selaras dengan standar keselamatan global. "Sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar proses klasifikasi berjalan lebih cepat, transparan, dan sesuai regulasi keselamatan," ungkap Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Selasa (13/1/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen BKI untuk memangkas birokrasi tanpa mengorbankan integritas keselamatan.

Inisiatif sosialisasi yang digalakkan BKI tidak hanya berfokus pada aspek teknis semata, melainkan juga pada peningkatan pemahaman fundamental pelaku industri mengenai esensi keselamatan kapal. Dengan semakin ketatnya kewajiban yang diemban oleh pemilik kapal dan galangan dalam memenuhi standar keselamatan, forum-forum semacam ini menjadi medium vital untuk menyampaikan pembaruan regulasi secara komprehensif dan memastikan tidak ada celah pemahaman yang dapat berujung pada risiko operasional maupun finansial.
BKI menekankan bahwa pemahaman yang akurat terhadap kewajiban keselamatan merupakan faktor penentu keberhasilan bagi industri galangan dan operator kapal. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan yang dibutuhkan serta mendorong implementasi standar yang selaras dengan praktik-praktik terbaik di kancah internasional. "Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh pemilik kapal, galangan, dan pihak terkait memahami standar keselamatan nasional dan internasional," tambah Arief Budi Permana, menegaskan bahwa kepatuhan adalah fondasi untuk mencapai efisiensi dan daya saing.
Penerapan standar keselamatan yang konsisten bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, melainkan investasi jangka panjang bagi industri perkapalan Indonesia. Dengan fondasi keselamatan yang kuat, sektor maritim dapat tumbuh lebih resilien, menarik investasi asing maupun domestik, dan bersaing di pasar global dengan kepercayaan diri, sekaligus melindungi aset vital dan nyawa para pelaut yang menjadi tulang punggung perekonomian laut.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar