55 NEWS – Jakarta – Gejolak pasar keuangan kembali menjadi sorotan utama seiring dengan pergerakan nilai tukar Rupiah yang kian mendekati ambang batas psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil menenangkan dengan proyeksi optimistis. Purbaya meyakini bahwa penguatan signifikan Rupiah akan segera terjadi, bahkan dalam kurun waktu dua minggu ke depan, didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang kokoh.

Related Post
Dalam pernyataannya di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026), Purbaya menegaskan bahwa tren pelemahan saat ini hanyalah fenomena sementara. Ia memproyeksikan bahwa daya tarik investasi di Indonesia tetap berada pada level yang prima. Menteri Keuangan menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ambisius, ditargetkan mencapai 6 persen pada tahun ini. Angka ini, menurutnya, akan menjadi daya pikat kuat bagi masuknya modal asing (capital inflow) ke pasar domestik.

"Anda tidak perlu khawatir, fondasi ekonomi kita sangat kuat," tegas Purbaya, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia melanjutkan, penguatan Rupiah akan terjadi seiring dengan derasnya aliran modal yang masuk. Tidak hanya dari investor asing, Purbaya juga memprediksi kembalinya modal dari warga negara Indonesia yang sebelumnya menempatkan dananya di luar negeri. "Mereka akan kembali berbisnis di tanah air, mengingat pengalaman menunjukkan bahwa persaingan di pasar global seringkali tidak sejalan dengan kebiasaan berbisnis mereka," tambahnya, memberikan nuansa yang lebih halus pada pernyataan aslinya.
Keyakinan Menteri Keuangan ini tidak lepas dari performa ekonomi makro yang konsisten menunjukkan tren positif. Data terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen pada kuartal keempat tahun lalu, sebuah capaian yang menjadi landasan bagi pemerintah untuk mendorong akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi lagi di tahun ini.
"Jika ekonomi terus membaik, penguatan Rupiah akan terjadi secara hampir otomatis," jelas Purbaya. "Hal ini disebabkan oleh masuknya modal-modal asing yang senantiasa mencari negara dengan prospek pertumbuhan yang lebih menjanjikan," pungkasnya, memberikan sinyal kuat kepada para pelaku pasar untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar