55 NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat untuk memulihkan dan memperkuat infrastruktur vital di Aceh. Setelah sempat terputus akibat bencana banjir bandang, Jembatan Krueng Tingkeum yang strategis di wilayah tersebut akan segera dibangun secara permanen. Keputusan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan konektivitas, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan kelancaran distribusi logistik di Provinsi Aceh.

Related Post
Insiden terputusnya Jembatan Krueng Tingkeum/Kuta Blang pada 26 November 2025 lalu telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat di ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara. Jembatan yang sebelumnya memiliki panjang 120 meter dengan tiga bentang dan struktur gelagar baja, serta dibangun pada tahun 2017, mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Kondisi ini secara langsung memengaruhi aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas esensial di wilayah tersebut.

Merespons kondisi darurat tersebut, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga konektivitas infrastruktur. "Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan fondasi ekonomi. Dalam kondisi bencana, prioritas utama kami adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti. Pembangunan permanen jembatan ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut," ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Selasa (14/1/2026).
Rencana konstruksi jembatan permanen ini dijadwalkan akan dimulai pada 20 Januari 2026. Jembatan Krueng Tingkeum sendiri berlokasi di Kota Bireuen, pada ruas Batas Bireuen – Aceh Utara (Lintas Timur), yang merupakan penghubung krusial antara wilayah Bireuen dengan Kota Lhokseumawe. Perannya sangat vital dalam mendukung aktivitas perdagangan, perekonomian, dan kelancaran distribusi barang antar daerah, terutama di jalur Lintas Timur Sumatera.
Pembangunan kembali jembatan ini dengan konstruksi yang lebih kokoh dan permanen diharapkan mampu memberikan jaminan keberlanjutan konektivitas, bahkan di tengah potensi bencana alam di masa mendatang. Bagi pelaku usaha dan masyarakat, ini berarti kepastian dalam rantai pasok dan akses pasar, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Kementerian PU melalui 55tv.co.id memastikan bahwa proyek ini akan dilaksanakan dengan standar kualitas tertinggi untuk kepentingan jangka panjang masyarakat Aceh.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar