Bukan Hanya Iran! Rupiah Tertekan Hebat Sepekan, Terkuak Peran Tak Terduga Venezuela dan Sinyal Global yang Mengguncang Pasar!

Bukan Hanya Iran! Rupiah Tertekan Hebat Sepekan, Terkuak Peran Tak Terduga Venezuela dan Sinyal Global yang Mengguncang Pasar!

55 NEWS – Pasar keuangan domestik kembali dihadapkan pada volatilitas setelah mata uang rupiah menunjukkan tren pelemahan yang signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini. Tekanan jual yang mengakibatkan arus modal asing keluar menjadi sorotan utama, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan investor. Tercatat, mata uang Garuda terdepresiasi hingga 0,58 persen dalam kurun waktu sepekan terakhir.

COLLABMEDIANET

Mengacu pada data pasar spot Bloomberg, per Kamis (15/1/2026), nilai tukar rupiah terpantau merosot 0,18 persen secara harian, bertengger di level Rp16.896 per dolar AS. Jika ditarik dalam rentang waktu sepekan, mata uang Garuda telah kehilangan 0,58 persen nilainya, dibandingkan posisi Rp16.798 per dolar AS pada Kamis (8/1). Senada dengan itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga mencatat koreksi, di mana rupiah melemah 0,05 persen secara harian ke Rp16.880 per dolar AS, atau terdepresiasi 0,47 persen dalam sepekan terakhir.

Bukan Hanya Iran! Rupiah Tertekan Hebat Sepekan, Terkuak Peran Tak Terduga Venezuela dan Sinyal Global yang Mengguncang Pasar!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi fenomena ini, ekonom sekaligus pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberikan jaminan keamanan bagi demonstran di Iran, menurut Ibrahim, berhasil meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi respons militer dari Washington, sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Lebih lanjut, Ibrahim juga menyoroti sinyal positif dari hubungan AS dan Venezuela yang turut memberikan sentimen pada dinamika pasar valuta asing. "Amerika Serikat mengisyaratkan adanya pembicaraan yang konstruktif dengan Venezuela. Presiden AS sendiri pada hari Kamis sebelumnya telah berbicara dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan percakapan tersebut sebagai sangat positif," papar Ibrahim dalam risetnya yang diterima 55tv.co.id. Perkembangan ini, menurutnya, menambah lapisan kompleksitas pada pergerakan mata uang global, termasuk rupiah, di tengah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi internasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar