Krisis Energi Sumatera di Ujung Tanduk! PLN Mohon Bantuan Gubernur Sumsel, Ada Apa?

Krisis Energi Sumatera di Ujung Tanduk! PLN Mohon Bantuan Gubernur Sumsel, Ada Apa?

55 NEWS – PT PLN (Persero) tengah berupaya keras mencegah potensi pemadaman listrik meluas di Sumatera. Kondisi kritis ini dipicu oleh terhambatnya pasokan batu bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu, yang kini hanya memiliki stok untuk tiga hari ke depan. PLN secara resmi meminta Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, untuk membuka kembali akses bagi truk pengangkut batu bara.

COLLABMEDIANET

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengungkapkan bahwa terhentinya distribusi batu bara disebabkan oleh desakan dan pembatasan dari Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap aktivitas angkutan batu bara. Pembatasan ini berdampak signifikan pada rantai pasok energi primer ke PLTU Bengkulu.

 Krisis Energi Sumatera di Ujung Tanduk! PLN Mohon Bantuan Gubernur Sumsel, Ada Apa?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

PLTU Bengkulu memegang peranan vital dalam sistem kelistrikan Sumatera, terutama bagian selatan. Rizal menegaskan, gangguan pasokan batu bara dapat menurunkan kapasitas pembangkit dan mengancam keandalan pasokan listrik di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, bahkan hingga Jambi.

Sebelumnya, distribusi batu bara terhambat akibat pembatasan operasional terhadap 150 truk batu bara. Pembatasan ini merupakan respons terhadap aspirasi dan tekanan dari pemerintah daerah terkait dampak lalu lintas dan aktivitas angkutan batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

Namun, batu bara adalah sumber energi utama bagi PLTU yang memasok listrik ke jutaan pelanggan di Sumatera. Terhentinya pasokan batu bara secara mendadak menyebabkan stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga. PLN berharap agar Gubernur Sumsel dapat mempertimbangkan kembali pembatasan tersebut demi menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar