55 NEWS – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, memberikan pandangan mendalam mengenai strategi pengelolaan nilai tukar rupiah di tengah tantangan ekonomi global. Dalam uji kelayakan di Komisi XI DPR RI, Solikin menekankan pentingnya menyelaraskan pergerakan rupiah dengan target makroekonomi pemerintah secara keseluruhan.

Related Post
Solikin menjelaskan bahwa BI tidak hanya melihat nilai tukar dari angka di pasar, tetapi juga sebagai cerminan kemampuan rupiah dalam mendukung pencapaian target ekonomi utama. Baginya, nilai tukar yang "sejalan dengan fundamental" berarti selaras dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, dan upaya menjaga defisit anggaran.

Lebih lanjut, Solikin menyoroti pentingnya keseimbangan antara permintaan dan penawaran dalam menentukan nilai rupiah. Tantangan utama, menurutnya, adalah mengelola kebutuhan impor dan pembayaran utang agar seimbang dengan pendapatan dari ekspor dan aliran modal asing.
Untuk menarik investor global, Solikin menekankan perlunya pasar keuangan domestik yang dalam dan menarik. Ia mencontohkan pentingnya kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk sektor maritim dan Sumber Daya Alam (SDA).
"Dolar tidak akan masuk apabila investor bingung ingin menanamkan di mana," ujarnya. Ia mengapresiasi terobosan Bank Himbara yang memberikan imbal hasil 100% selama 12 bulan untuk DHE SDA. Selain itu, Solikin juga mendorong pengembangan instrumen keuangan yang menarik bagi investor.
Dengan strategi yang komprehensif, BI optimis dapat menjaga stabilitas rupiah dan menarik investasi asing, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar