
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026), dengan sentimen negatif. Pada pembukaan pasar, IHSG langsung tertekan dan melemah 1,08% ke level 8.894.
Hingga pukul 09.16 WIB, pergerakan IHSG masih menunjukkan tren penurunan. Indeks tercatat berada di posisi 8.923,44, terkoreksi 68,74 poin atau setara 0,76% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level 8.992,18. Volatilitas pasar cukup tinggi, terlihat dari pergerakan indeks yang sempat menyentuh level tertinggi di 9.039,67 dan level terendah di 8.868,40.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup ramai dengan volume mencapai 11,55 miliar saham yang diperdagangkan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,04 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 642 ribu kali. Sentimen negatif mendominasi pasar, tercermin dari jumlah saham yang melemah sebanyak 474 saham, berbanding jauh dengan saham yang menguat sebanyak 130 saham, sementara 354 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16.217 triliun.
Di tengah tekanan terhadap IHSG, beberapa saham justru berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan kenaikan signifikan. Saham LPCK (Lippo Cikarang Tbk) menjadi top gainer dengan lonjakan harga sebesar 24,54% ke level 1.015. Kemudian, diikuti oleh SULI (SLJ Global Tbk) yang naik 21,43% ke 170, XPDV menguat 20,49% ke 988, XPLQ naik 19,49% ke 705, serta JAST (Jasnita Telekomindo Tbk) yang menguat 17,82% ke level 119.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan jual yang cukup besar dan masuk dalam daftar top losers. Saham XIPB mengalami penurunan paling dalam, yakni sebesar 15,00% ke level 170. Kemudian, diikuti oleh UANG (Pakuan Tbk) yang juga melemah 15,00% ke 6.375, KIOS (Kioson Komersial Indonesia Tbk) turun 14,95% ke 165, PUDP (Pudjiadi Prestige Tbk) melemah 14,60% ke 585, serta HOPE (Harapan Duta Pertiwi Tbk) yang terkoreksi 12,77% ke level 328.
Dari sisi arus modal, investor domestik masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,33 triliun, dengan nilai beli mencapai Rp25,86 triliun dan nilai jual Rp24,54 triliun. Sementara itu, investor asing justru membukukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai yang sama, yakni Rp1,33 triliun, setelah mencatatkan nilai jual Rp13,41 triliun dan nilai beli Rp12,08 triliun. Pergerakan modal asing ini menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja IHSG pada awal perdagangan hari ini. Para analis 55tv.co.id masih terus memantau perkembangan pasar dan faktor-faktor yang memengaruhi sentimen investor.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar