GEGER! Jakarta Jadi Panggung Utama Pertemuan Elite Bisnis 21 Negara, Siap Ukir Ulang Peta Ekonomi Asia-Pasifik: Ini Bocoran Agenda Krusial yang Akan Mengubah Nasib Investasi Anda!

GEGER! Jakarta Jadi Panggung Utama Pertemuan Elite Bisnis 21 Negara, Siap Ukir Ulang Peta Ekonomi Asia-Pasifik: Ini Bocoran Agenda Krusial yang Akan Mengubah Nasib Investasi Anda!

55 NEWS – Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum ekonomi regional dengan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) 2026. Pertemuan Dewan Penasihat Bisnis APEC ke-I ini dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Februari mendatang, mempertemukan para maestro bisnis dari 21 ekonomi anggota APEC untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi masa depan yang akan berdampak luas.

COLLABMEDIANET

Shinta Kamdani, Wakil Ketua Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026), menjelaskan signifikansi ABAC. Menurutnya, ABAC adalah forum strategis yang menghimpun tiga perwakilan pengusaha terkemuka dari masing-masing 21 ekonomi anggota APEC. Mereka bertugas menyusun rekomendasi kebijakan krusial yang akan disodorkan kepada para pemimpin ekonomi APEC, khususnya dalam memperkuat keterbukaan ekonomi, konektivitas, serta sinergi lintas negara.

GEGER! Jakarta Jadi Panggung Utama Pertemuan Elite Bisnis 21 Negara, Siap Ukir Ulang Peta Ekonomi Asia-Pasifik: Ini Bocoran Agenda Krusial yang Akan Mengubah Nasib Investasi Anda!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

ABAC 2026, lanjut Shinta, mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dinamika ekonomi global saat ini: ‘Openness, Connectivity, dan Synergy’. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan mendalam dari urgensi keterbukaan antar-ekonomi, penguatan infrastruktur konektivitas, dan harmonisasi sinergi kerja sama lintas batas yang menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan. "Ini adalah tema global yang tak lekang oleh waktu, terutama mengenai keterbukaan yang menjadi kunci," tegas Shinta, sebagaimana dikutip dari 55tv.co.id.

Forum ABAC 2026 akan membedah berbagai isu strategis melalui tiga kelompok kerja (working group) utama. Kelompok kerja pertama, ‘Regional Economic Integration’, akan berfokus pada penguatan arsitektur ekonomi yang lebih terbuka, perluasan akses pasar, serta penciptaan peluang-peluang baru yang inovatif. Diskusi juga akan merambah pada masa depan perdagangan, menyoroti peran krusial ekonomi digital dan ekonomi hijau sebagai katalisator integrasi ekonomi regional.

Kelompok kerja kedua, ‘Sustainability’, menjadi salah satu pilar pembahasan utama tahun ini. Isu-isu vital yang akan diulas mencakup penguatan ketahanan pangan melalui inovasi agritech, penyediaan layanan kesehatan yang inklusif, praktik pertambangan berkelanjutan, hingga transisi energi yang adil dan merata (just energy transition). Ini menunjukkan komitmen ABAC terhadap pembangunan yang tidak hanya ekonomis tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Terakhir, kelompok kerja ‘Digital and Innovation’ akan mengupas tuntas potensi dan tantangan di era digital. Pembahasan akan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan produktif, dampak transformatif AI terhadap masa depan pekerjaan (future of work), urgensi keamanan siber, serta strategi untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi di sektor teknologi digital.

Pertemuan ABAC 2026 di Jakarta ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan yang visioner, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi bisnis yang lebih erat di kawasan Asia-Pasifik. Dengan fokus pada keterbukaan, konektivitas, dan keberlanjutan, Indonesia melalui Kadin berupaya memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam arsitektur ekonomi regional yang dinamis dan inklusif.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar