55 NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya sebagai lokomotif penggerak ekonomi daerah. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis di Batam, BRI kini memperkuat sinergi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM). Kolaborasi ini dirancang khusus untuk memperluas akses pembiayaan dan mengoptimalkan peran vital UMKM, sekaligus memacu penguatan investasi di wilayah Batam.

Related Post
Momen penting ini terwujud dalam rangkaian acara prestisius "Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment" yang berlangsung di Batam pada Kamis, 29 Januari 2026. Hadir langsung dalam acara tersebut adalah jajaran pejabat tinggi negara dan direksi BRI, meliputi Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad, serta Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Dalam kesempatan tersebut, BRI secara konkret memperkuat kolaborasi dengan BP Batam melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan. MoU ini bertujuan untuk mendukung secara komprehensif kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, memastikan kelancaran operasional dan pengembangan bisnis di wilayah tersebut.
Tidak berhenti di situ, BRI juga turut membubuhkan tanda tangan pada MoU krusial lainnya bersama Kementerian UMKM dan BP Batam. Nota kesepahaman ini berfokus pada Perluasan Akses Permodalan dan Investasi bagi UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk mempercepat realisasi investasi, sekaligus mengukuhkan posisi UMKM sebagai tulang punggung pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Batam.
Batam, dengan segala keunggulannya, memang menjadi titik strategis yang tak terbantahkan. Wilayah ini dikenal dengan industri manufaktur berbasis ekspor yang kuat, ditopang oleh letak geografisnya yang sangat dekat dengan Singapura serta posisinya di jalur perdagangan global yang vital. Seiring dengan derasnya arus investasi dan masifnya pembangunan infrastruktur, sektor-sektor penunjang seperti logistik, perdagangan, dan jasa di Batam juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid dan menjanjikan.
Dengan statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas, Batam memegang peran kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, tidak hanya di kancah regional tetapi juga di panggung global. Kolaborasi strategis antara BRI, BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut, menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif, dan mendorong UMKM Batam untuk naik kelas, berkontribusi maksimal pada kemajuan ekonomi nasional, sebagaimana dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar