Geger! Menkeu Purbaya Bocorkan Angka Ekonomi RI 2025 di Bawah Target APBN: Apa Implikasinya bagi Dompet Anda?

Geger! Menkeu Purbaya Bocorkan Angka Ekonomi RI 2025 di Bawah Target APBN: Apa Implikasinya bagi Dompet Anda?

55 NEWS – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 yang sedikit meleset dari ekspektasi awal pemerintah. Dalam sebuah pernyataan kepada awak media di Jakarta pada Selasa lalu, Purbaya mengindikasikan bahwa laju ekspansi ekonomi nasional kemungkinan akan berada di angka 5,1 persen, sedikit di bawah target ambisius yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 5,2 persen.

COLLABMEDIANET

"Proyeksi kami mendekati 5,2 persen, namun lebih condong ke 5,1 persen. Ada kemungkinan (pertumbuhan) akan sedikit di bawah target APBN," jelas Purbaya, mengisyaratkan adanya penyesuaian terhadap outlook makroekonomi. Pernyataan ini tentu memicu perhatian di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi, mengingat pentingnya pencapaian target pertumbuhan untuk stabilitas fiskal dan kesejahteraan masyarakat. Selisih 0,1 persen, meski terlihat kecil, dapat memiliki implikasi signifikan terhadap penerimaan negara dan kapasitas stimulus ekonomi.

Geger! Menkeu Purbaya Bocorkan Angka Ekonomi RI 2025 di Bawah Target APBN: Apa Implikasinya bagi Dompet Anda?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Optimisme di Kuartal Akhir 2025

Meskipun ada revisi proyeksi untuk keseluruhan tahun 2025, Purbaya menunjukkan optimisme yang kuat terhadap kinerja ekonomi di kuartal IV tahun yang sama. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut dapat mencapai 5,45 persen. Angka ini, menurutnya, akan menjadi rekor yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pertumbuhan pada kuartal-kuartal sebelumnya, menandakan adanya momentum positif menjelang akhir tahun.

"Untuk kuartal IV saja, saya tetap pada angka 5,45 persen," ujarnya, menegaskan keyakinannya pada dorongan ekonomi di penghujung tahun. Optimisme ini bisa jadi didasari oleh faktor musiman seperti peningkatan konsumsi menjelang libur akhir tahun, percepatan belanja pemerintah, atau dampak positif dari kebijakan ekonomi yang mulai terasa secara optimal.

Strategi Jangka Panjang untuk 2026: Mesin Ganda Pertumbuhan

Melangkah lebih jauh ke tahun 2026, Purbaya menyuarakan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal bergerak lebih pesat. Strategi kunci yang akan diusung adalah menggerakkan dua mesin pertumbuhan secara simultan dan terkoordinasi: sektor pemerintah dan sektor swasta. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mengakselerasi perekonomian secara berkelanjutan.

Purbaya merujuk pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana perekonomian nasional banyak didorong oleh kontribusi sektor swasta yang dinamis, meskipun peran pemerintah cenderung lebih pasif. Dengan menggabungkan kekuatan stimulus fiskal pemerintah yang terarah dan inovasi serta investasi dari sektor swasta, diharapkan Indonesia dapat mencapai laju pertumbuhan yang lebih tinggi dan resilient di masa depan. Analisis dari 55tv.co.id menunjukkan bahwa fokus pada penguatan peran swasta, didukung oleh kebijakan fiskal yang prudent dan terarah, akan menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang, sekaligus menjaga daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar