Indonesia Siap Guncang Pasar Global? Cadangan Beras Meroket 700%, Negara Sahabat Mulai Melirik!

Indonesia Siap Guncang Pasar Global? Cadangan Beras Meroket 700%, Negara Sahabat Mulai Melirik!

55 NEWS – Jakarta – Sektor pangan Indonesia menunjukkan performa yang mengejutkan di awal tahun 2026. Realisasi penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dilaporkan telah mencapai angka impresif sekitar 112 ribu ton. Capaian ini menandai lonjakan luar biasa, lebih dari 700 persen, dibandingkan dengan periode serupa di tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 14 ribu ton. Data ini membuka babak baru potensi Indonesia di kancah pangan global.

COLLABMEDIANET

Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menggarisbawahi pentingnya mempertahankan tren positif ini secara konsisten. Menurutnya, jika momentum ini terus terjaga, Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pemasok beras bagi negara-negara sahabat yang memerlukan. "Mudah-mudahan ini bertahan, tetap konstan. Jika kita melihat data hingga Februari, serapan sudah mencapai 112 ribu ton. Saya sangat hafal data Bulog. Apabila ini berlanjut, insya Allah hampir pasti, jika ada negara sahabat yang membutuhkan beras, kita mungkin bisa memasoknya," ujar Amran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, seperti dikutip oleh 55tv.co.id pada Rabu (4/2/2026).

Indonesia Siap Guncang Pasar Global? Cadangan Beras Meroket 700%, Negara Sahabat Mulai Melirik!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Capaian serapan CBP sebesar 112 ribu ton ini, berdasarkan catatan Bapanas, merupakan realisasi tertinggi yang tercatat pada periode awal tahun dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun 2025, total serapan hanya berada di kisaran 14 ribu ton. Rinciannya, serapan pada Januari 2025 tercatat 14,9 ribu ton, sementara Februari 2025 mencapai 171,1 ribu ton. Angka 112 ribu ton di awal 2026 ini menunjukkan akselerasi yang signifikan dalam strategi ketahanan pangan nasional.

Peningkatan drastis dalam serapan CBP ini selaras dengan proyeksi optimis terhadap produksi beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan total produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 dapat menembus 10,16 juta ton. Angka ini merepresentasikan kenaikan substansial sebesar 1,39 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Lonjakan produksi ini menjadi fondasi kuat bagi ambisi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain kunci di pasar beras regional dan global.

Untuk menyambut dan mendukung akselerasi produksi serta penguatan cadangan pangan, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara. SKB Nomor 3 Tahun 2026, Nomor 14 Tahun 2026, dan Nomor 47 Tahun 2026 ini ditetapkan pada 9 Januari 2026.

SKB tersebut secara strategis mengatur penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan dalam rangka penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026. Kebijakan ini menekankan prioritas utama pada pembelian produksi dalam negeri, sebuah langkah proaktif untuk memberdayakan petani lokal dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Salah satu mandat krusial dalam kebijakan ini adalah penugasan pengadaan CBP sebesar 4 juta ton, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar