55 NEWS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara tegas memastikan ketersediaan ikan nasional berada dalam kondisi prima untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026), memberikan sinyal positif bagi stabilitas pasokan protein hewani di pasar domestik.

Related Post
Menteri Trenggono menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan pasokan protein hewani. "Kami memastikan bahwa ketersediaan ikan di seluruh sentra konsumsi utama berada dalam status aman, didukung pasokan yang bermutu dan harga yang stabil," ujarnya, sebagaimana dikutip oleh 55tv.co.id pada Rabu (4/2/2026). Pernyataan ini menjadi angin segar bagi konsumen di tengah potensi peningkatan permintaan yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Dalam pemaparannya, Menteri Trenggono merinci strategi KKP untuk mengamankan pasokan. Proyeksi produksi ikan nasional untuk periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai angka fantastis 3,57 juta ton. Angka ini terbagi secara signifikan, dengan 2,05 juta ton berasal dari sektor perikanan budi daya dan 1,52 juta ton dari perikanan tangkap. "KKP berkomitmen penuh untuk memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik dan dengan harga yang terjangkau," tambahnya, menunjukkan fokus pada keberlanjutan pasokan dari berbagai sumber.
Selain menggenjot produksi, KKP juga tak henti melakukan pemantauan ketat terhadap ketersediaan ikan di delapan kota besar yang menjadi pusat konsumsi utama nasional. Hasil pemantauan ini secara konsisten menunjukkan bahwa status ketersediaan ikan secara nasional berada pada kategori aman, memberikan jaminan tambahan bagi stabilitas pasar dan mencegah gejolak harga yang merugikan konsumen.
Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi lonjakan permintaan, KKP menyiapkan pengamanan pasokan melalui optimalisasi stok gudang beku (cold storage) yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Selain itu, peningkatan efisiensi distribusi hasil perikanan budi daya juga menjadi prioritas utama. "Kami memastikan distribusi antarwilayah tetap berjalan lancar untuk menjaga keseimbangan pasokan di tingkat konsumen, sehingga tidak terjadi disparitas harga yang signifikan dan masyarakat dapat mengakses ikan dengan mudah," pungkas Menteri Trenggono, menegaskan upaya menjaga stabilitas ekonomi perikanan secara menyeluruh.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar