Guncangan Hebat Pasar Modal! Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur, Ekonom Ungkap Fakta Mengejutkan: ‘Orang Baik Terjebak Ekosistem Buruk’?

Guncangan Hebat Pasar Modal! Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur, Ekonom Ungkap Fakta Mengejutkan: 'Orang Baik Terjebak Ekosistem Buruk'?

55 NEWS – Jakarta – Dunia pasar modal Indonesia diguncang kabar mengejutkan dengan rentetan pengunduran diri sejumlah pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara bersamaan. Peristiwa ini memicu gelombang pertanyaan besar di kalangan investor dan pelaku pasar, terutama setelah penilaian negatif dari Morgan Stanley Composite Index (MSCI) yang sempat mengguncang indeks saham nasional.

COLLABMEDIANET

Pengunduran diri massal ini melibatkan beberapa figur kunci, termasuk pimpinan BEI, serta Ketua, Wakil Ketua, dan Kepala Pengawas Pasar Modal OJK. Latar belakang mundurnya para pejabat tinggi ini disebut-sebut tak lepas dari tekanan pasar yang meningkat pasca-evaluasi MSCI, yang menyoroti sejumlah kerentanan dalam ekosistem pasar modal Tanah Air.

Guncangan Hebat Pasar Modal! Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur, Ekonom Ungkap Fakta Mengejutkan: 'Orang Baik Terjebak Ekosistem Buruk'?
Gambar Istimewa : a.okezone.com

Menanggapi dinamika yang memanas ini, ekonom senior Wijayanto Samirin memberikan pandangannya yang tajam. Menurutnya, fokus utama seharusnya bukan pada spekulasi di balik pengunduran diri tersebut – apakah itu skenario yang diatur, tekanan dari pihak tertentu, atau murni keputusan sukarela. Wijayanto justru menyoroti integritas para individu yang mundur. "Dari lima yang mengundurkan diri, saya mengenal cukup dekat tiga di antaranya. Mereka orang baik, profesional, dan berintegritas. Kalau sampai mundur, pasti ada kendala yang luar biasa," ungkap Wijayanto dalam sebuah siniar (podcast) yang dikutip oleh 55tv.co.id pada Senin (2/2/2026).

Wijayanto melukiskan situasi ini dengan metafora yang menusuk: ‘orang baik di ekosistem yang buruk’. Ia menekankan bahwa terlepas dari alasan mundurnya, dampak langsung terhadap stabilitas pasar mungkin tidak signifikan. "Mau mengundurkan diri atau dimundurkan, dampaknya sama saja, tidak ada," tambahnya, mengisyaratkan bahwa masalahnya lebih dalam dari sekadar pergantian individu.

Lebih lanjut, ekonom dari Universitas Paramadina ini menegaskan bahwa momen ini harus dijadikan momentum krusial untuk pembenahan fundamental. Yang terpenting adalah proses pergantian kepemimpinan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan sistem secara menyeluruh. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat, tangguh (resilient), dan mampu menghadapi tantangan global di masa depan, bukan sekadar mengganti wajah-wajah lama dengan yang baru. Tanpa reformasi struktural, potensi masalah serupa akan terus membayangi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar