EKONOMI MEROKET! Danantara Resmi Gagas 6 Proyek Hilirisasi Fantastis Senilai Rp110 Triliun, Ribuan Pekerjaan Baru Siap Dibuka! Ini Dia Lokasi dan Sektornya yang Bikin Penasaran!

EKONOMI MEROKET! Danantara Resmi Gagas 6 Proyek Hilirisasi Fantastis Senilai Rp110 Triliun, Ribuan Pekerjaan Baru Siap Dibuka! Ini Dia Lokasi dan Sektornya yang Bikin Penasaran!

55 NEWS – Jakarta – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, secara resmi memulai (groundbreaking) enam proyek hilirisasi strategis yang total investasinya mencapai USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun. Langkah ambisius ini diproyeksikan akan menciptakan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan baru di berbagai wilayah Indonesia. Proyek-proyek ini menandai fase pertama dari total 18 inisiatif hilirisasi yang direncanakan di bawah pemerintahan Prabowo, menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan struktur ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Rosan Roeslani menegaskan bahwa keenam proyek ini memiliki nilai investasi kolektif sekitar USD 7 miliar, atau bila dikonversi mencapai Rp110 triliun. "Investasi ini bukan hanya tentang angka, melainkan juga tentang dampak nyata bagi masyarakat, dengan potensi pembukaan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan," ungkap Rosan saat memberikan keterangan pers di Wisma Danantara, Jumat lalu, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

EKONOMI MEROKET! Danantara Resmi Gagas 6 Proyek Hilirisasi Fantastis Senilai Rp110 Triliun, Ribuan Pekerjaan Baru Siap Dibuka! Ini Dia Lokasi dan Sektornya yang Bikin Penasaran!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu proyek unggulan yang menjadi sorotan adalah pembangunan fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini saja menelan investasi fantastis senilai Rp104,55 triliun (setara USD 6,23 miliar), menjadikannya komponen terbesar dari total investasi fase pertama. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pemain kunci dalam rantai pasok aluminium global.

Selain itu, daftar proyek hilirisasi ini juga mencakup Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 yang juga berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, memperkuat ekosistem industri aluminium di kawasan tersebut. Inisiatif lainnya meliputi pembangunan pabrik bioetanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur, serta pabrik biorefinery untuk produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, yang menunjukkan diversifikasi ke sektor energi terbarukan.

Sektor pangan juga tak luput dari perhatian dengan proyek peternakan unggas terintegrasi yang tersebar di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi produksi. Melengkapi portofolio ini adalah pembangunan pabrik garam di tiga lokasi strategis: Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik, guna memenuhi kebutuhan garam industri dan konsumsi domestik.

Rosan menambahkan, diversifikasi investasi ini menunjukkan komitmen terhadap berbagai sektor kunci. "Kami fokus pada hilirisasi di bidang smelter aluminium, bioavtur, bioetanol, produksi garam, dan peternakan ayam terintegrasi. Semua ini dirancang untuk memberikan dukungan signifikan terhadap program-program pemerintah lainnya dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional," pungkasnya, seperti dilansir oleh 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar