Terkuak! Strategi Jitu Pertamina Satukan Tiga Kekuatan Utama, Siap Jamin Pasokan BBM Nasional Tanpa Kendala?

Terkuak! Strategi Jitu Pertamina Satukan Tiga Kekuatan Utama, Siap Jamin Pasokan BBM Nasional Tanpa Kendala?

55 NEWS – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis yang signifikan dengan mengintegrasikan tiga anak usahanya di sektor hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), ke dalam satu entitas baru bernama Subholding Downstream (SHD) Pertamina. Konsolidasi ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan operasional hilir migas dan secara fundamental memperkuat jaminan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) demi ketahanan energi nasional.

COLLABMEDIANET

Integrasi vertikal ini dirancang untuk menciptakan sinergi yang lebih erat antarunit bisnis yang sebelumnya beroperasi secara terpisah. Dengan menyatukan fungsi pengolahan, distribusi, dan logistik di bawah satu payung manajemen, Pertamina menargetkan peningkatan efisiensi dan responsivitas dalam rantai pasok energi.

Terkuak! Strategi Jitu Pertamina Satukan Tiga Kekuatan Utama, Siap Jamin Pasokan BBM Nasional Tanpa Kendala?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyambut baik pembentukan Subholding Downstream ini. Menurutnya, langkah ini adalah keniscayaan untuk mencapai optimalisasi operasional yang lebih tinggi. "Integrasi ini akan membuat proses operasional menjadi jauh lebih sederhana dan saling mendukung. Ibaratnya, ketika ada pekerjaan, bisa dikerjakan bersama-sama dalam satu rumah, sehingga prosesnya lebih ringkas," jelas Komaidi dalam pernyataannya kepada 55tv.co.id.

Komaidi menambahkan, dengan penyederhanaan alur kerja, segala urusan terkait pengadaan dan distribusi BBM maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) dapat dipenuhi dengan kecepatan yang lebih baik. Hal ini secara langsung mendukung komitmen Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, komunikasi antara PPN dengan KPI mengenai spesifikasi kualitas BBM, atau dengan PIS terkait pengangkutan minyak mentah, kini dapat berlangsung tanpa hambatan birokrasi antarlembaga, seperti kebutuhan surat menyurat atau kontrak terpisah yang memakan waktu.

"Misalkan PPN membutuhkan minyak dari luar negeri dan harus segera tiba dalam hitungan waktu tertentu. Dengan struktur satu atap ini, PPN tinggal berkomunikasi atau memerintahkan langsung kepada PIS untuk pengangkutan, prosesnya menjadi jauh lebih sederhana dan cepat," paparnya.

Efisiensi serupa juga akan terasa dalam penanganan potensi kelangkaan BBM di suatu daerah. Subholding Downstream dapat dengan sigap memetakan sumber pasokan dari kilang terdekat dan mengkoordinasikan pengangkutan melalui kapal secara lebih gesit. "Tidak perlu lagi Patra Niaga mengontak KPI terlebih dahulu, lalu KPI baru membeli minyaknya. Secara teknis mungkin serupa, tetapi secara administrasi jauh lebih ringkas dan cepat," tegas Komaidi.

Komaidi optimistis bahwa integrasi PPN, PIS, dan KPI akan menjadikan Pertamina semakin andal, lincah, dan optimal dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat mengamankan pasokan selama periode krusial seperti Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri (Satgas Rafi) 2026. "Dengan integrasi ini, seharusnya kinerja akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, Satgas Rafi Pertamina selalu berhasil dan konsumen selalu memberikan apresiasi terhadap layanan dan produknya," pungkasnya.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar