Geger! Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Atap Seng dalam 3 Tahun, Purbaya Siapkan Dana Fantastis! Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Rakyat?

Geger! Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Atap Seng dalam 3 Tahun, Purbaya Siapkan Dana Fantastis! Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Rakyat?

55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif monumental yang dinamakan program Gentengisasi. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperindah estetika permukiman di seluruh penjuru negeri, tetapi juga untuk secara signifikan meningkatkan kenyamanan hunian rakyat. Dengan target ambisius, Indonesia diproyeksikan bebas dari atap seng dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, menandai era baru bagi kualitas hidup masyarakat dan citra perkotaan serta pedesaan.

COLLABMEDIANET

Menyusul pengumuman tersebut, jajaran menteri terkait segera bergerak cepat untuk merealisasikan visi ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, misalnya, telah memastikan kesiapan anggaran untuk program Gentengisasi, dengan estimasi biaya yang dinilai tidak akan melampaui angka Rp1 triliun. Proyek Gentengisasi ini merupakan salah satu pilar utama dari Gerakan Indonesia ASRI, sebuah akronim yang mewakili Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang diharapkan mampu memberikan dampak transformatif bagi lingkungan hidup dan sosial-ekonomi masyarakat.

Geger! Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Atap Seng dalam 3 Tahun, Purbaya Siapkan Dana Fantastis! Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Rakyat?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Prabowo Soroti Inefisiensi dan Dampak Atap Seng

Dalam pidatonya saat mengumumkan program Gentengisasi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo menyoroti kondisi permukiman yang didominasi atap seng. Menurutnya, penggunaan atap seng tidak ideal karena cenderung panas bagi penghuni, rentan berkarat, dan secara visual mengurangi keindahan lingkungan.

"Salah satu upaya dalam rangka mewujudkan keindahan, saya melihat Saudara-saudara, di semua kota, kecamatan, dan hampir semua desa kita saat ini, maaf, terlalu banyak atap dari seng. Seng ini tidak hanya panas bagi penghuni, tetapi juga mudah berkarat. Tidak mungkin Indonesia terlihat indah jika semua atapnya terbuat dari seng," tegas Prabowo.

Ia juga mengemukakan kekhawatiran mengenai ketergantungan pada industri aluminium, seraya mendorong eksplorasi material alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi geografis dan iklim Indonesia. "Maaf, saya tidak tahu industri aluminium ini asalnya dari mana. Maaf, mari kita ciptakan inovasi material yang lain," imbuhnya, mengisyaratkan potensi diversifikasi industri material bangunan.

Visi Gentengisasi Nasional dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Prabowo secara eksplisit menyatakan keinginannya agar setiap rumah di Indonesia beralih menggunakan genteng sebagai material atap utama. Gagasan inilah yang kemudian diwujudkan sebagai proyek gentengisasi nasional. Untuk mendukung skala produksi yang masif, Koperasi Merah Putih akan diperlengkapi dengan fasilitas produksi genteng.

"Saya ingin semua atap di Indonesia menggunakan genteng. Jadi, ini nanti akan menjadi gerakan, sebuah proyek gentengisasi di seluruh Indonesia. Peralatan untuk pabrik genteng itu tidak mahal. Nantinya, koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Bahan bakunya berasal dari tanah dan dapat dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya sehingga menghasilkan genteng yang ringan dan kuat," jelas Prabowo, membuka peluang besar bagi ekonomi sirkular dan pemberdayaan koperasi lokal.

Selama penjelasan, layar utama di panggung menampilkan perbandingan visual yang kontras antara kondisi rumah sebelum dan sesudah program gentengisasi, menunjukkan potensi peningkatan nilai estetika dan kenyamanan. Presiden juga secara langsung mengajak para kepala daerah untuk aktif berpartisipasi dalam mempercantik wilayah masing-masing.

"Ini adalah hal yang serius. Bupati, wali kota yang tidak ingin kotanya indah, silakan. Namun, bagi yang ingin, mari bersama-sama kita jadikan kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah. Bagaimana?" ujar Prabowo, menantang komitmen pemimpin daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.

Prabowo juga mengulas kembali penggunaan material atap tradisional seperti rumbia dan ijuk di masa lampau, yang dinilai lebih sejuk dan ramah lingkungan. Ia kembali menegaskan penolakannya terhadap penggunaan seng yang mudah berkarat, mengaitkannya dengan simbol kemunduran.

"Saya mengajak, ini sangat penting, untuk apa turis datang dari luar jika yang mereka lihat adalah seng berkarat? Karat itu adalah lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun ke depan, Indonesia tidak akan lagi memperlihatkan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia harus bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, dan rakyat kita harus bahagia!" pungkas Prabowo, menegaskan bahwa Gentengisasi bukan hanya proyek fisik, melainkan juga simbol kebangkitan dan optimisme bangsa.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar