Ketika IHSG Berdarah, Reksa Dana Justru Pesta Pora? OJK Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Angka Triliunan!

Ketika IHSG Berdarah, Reksa Dana Justru Pesta Pora? OJK Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Angka Triliunan!

55 NEWS – Di tengah gejolak pasar saham domestik yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan, sebuah fenomena menarik justru terjadi di industri pengelolaan investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) industri ini justru menembus angka fantastis Rp1.089,64 triliun pada minggu pertama Februari 2026. Ini menunjukkan bahwa investor reksa dana tetap aktif dan optimistis, bahkan saat pasar terlihat kurang bersahabat.

COLLABMEDIANET

Data OJK menunjukkan, IHSG menutup pekan lalu di level 7.935,26. Angka ini mencerminkan pelemahan signifikan sebesar 4,73% secara month to date (MTD) dan anjlok 8,23% secara year to date (YTD) sepanjang lebih dari sepekan pertama Februari 2026. Fluktuasi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian investor yang mencari stabilitas.

Ketika IHSG Berdarah, Reksa Dana Justru Pesta Pora? OJK Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Angka Triliunan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, di balik bayang-bayang pelemahan IHSG, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, justru menyoroti tren pertumbuhan yang konsisten di sektor pengelolaan investasi. Hasan melaporkan, hingga minggu pertama Februari 2026, total AUM industri pengelolaan investasi tercatat mencapai Rp1.089,64 triliun.

"Perkembangan yang positif ini menunjukkan investor reksa dana tetap aktif melakukan subscription di tengah dinamika pasar keuangan di dalam negeri," ujar Hasan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa investor cerdas melihat peluang di balik volatilitas, atau setidaknya mencari instrumen yang lebih defensif.

Secara lebih rinci, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 5 Februari 2026 tercatat sebesar Rp722,21 triliun. Angka ini bukan hanya stabil, melainkan menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 2,98% secara MTD dan melonjak 6,94% secara YTD. Ini adalah bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap instrumen reksa dana tetap tinggi, bahkan mungkin meningkat, sebagai alternatif investasi yang lebih stabil di tengah volatilitas saham.

Menyikapi kondisi pasar yang dinamis, Hasan Fawzi mengimbau masyarakat dan investor untuk senantiasa bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi. "Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih sangat prospektif dan menarik sebagai alternatif investasi," tegasnya. Pesan ini menegaskan keyakinan regulator terhadap fundamental ekonomi dan potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia di masa depan, terlepas dari fluktuasi jangka pendek yang terjadi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar