55 NEWS – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), atau yang lebih dikenal sebagai BTN, dikabarkan tengah menyiapkan manuver strategis pasca mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Bank spesialis pembiayaan perumahan ini tidak hanya akan memanjakan pemegang saham dengan pembagian dividen yang signifikan, tetapi juga tengah menjajaki langkah akuisisi perusahaan asuransi untuk memperkuat ekosistem bisnisnya.

Related Post
Salah satu kabar gembira yang dinanti investor adalah rencana pembagian dividen tunai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, BTN berencana mengalokasikan sekitar 30 persen dari laba bersih yang diraih pada tahun 2025 untuk dibagikan kepada para pemegang saham. Keputusan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi investor di tengah performa keuangan yang solid dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Tak hanya soal dividen, BTN juga menunjukkan ambisi ekspansi dengan membidik sektor asuransi. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa perseroan tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih PT Asuransi Binagriya Upakara. Langkah ini muncul sebagai respons atas kebutuhan Binagriya akan dukungan modal untuk memenuhi ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp1 triliun yang harus dipenuhi pada tahun 2028.
Menariknya, Nixon juga menyoroti kondisi keuangan Binagriya yang tergolong sangat sehat. Perusahaan asuransi tersebut mencatatkan tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) di atas 5 persen dan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang mencapai 18 persen, menunjukkan potensi sinergi yang kuat jika akuisisi ini terealisasi.
Meskipun demikian, skema akuisisi ini masih dalam tahap konsolidasi internal dan belum ada keputusan final. "Jadi kami tunggu itu saja mau kemananya, apakah BTN beli dulu lalu dibeli oleh Indonesia Financial Group (IFG) atau langsung dibeli IFG atau gimana skemanya kami masih perlu konsolidasi, jadi belum ada keputusan apapun," jelas Nixon di Menara BTN, Jakarta, pada Senin (9/2/2026), seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Langkah-langkah strategis ini diproyeksikan akan semakin memperkokoh posisi BTN sebagai pemain kunci di industri perbankan nasional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor jasa keuangan yang lebih luas. Investor dan pelaku pasar kini menanti detail lebih lanjut mengenai realisasi rencana ambisius BTN ini.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar