55 NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, melalui Komisi VI, baru-baru ini secara tegas mengapresiasi kinerja PT Pertamina (Persero) dalam penanganan cepat dan efektif terhadap serangkaian bencana alam yang melanda wilayah Sumatera. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Jakarta, fokus pembahasan tidak hanya pada kesigapan Pertamina menjaga stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), tetapi juga menyinggung rencana penyaluran LPG 3 kg melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), demikian laporan dari 55tv.co.id.

Related Post
Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR, menyoroti kecepatan respons BUMN energi tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina dalam membantu masalah bencana di Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatera Utara. Di Sumbar, saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina, salah satu BUMN yang responsif untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam," ujar Andre, mengutip informasi dari 55tv.co.id. Ia menambahkan bahwa kesigapan ini sangat krusial mengingat tantangan logistik di tengah situasi darurat yang kerap mengancam stabilitas ekonomi lokal.

Andre juga menggambarkan bagaimana jajaran Pertamina tidak ragu turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran distribusi. General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, misalnya, disebut merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik bagi korban pengungsian di Sumbar. Tak hanya itu, Pertamina International Shipping juga turut bergerak sigap mengamankan jalur distribusi BBM di kawasan terdampak, menunjukkan sinergi internal yang kuat dalam menghadapi krisis dan menjaga roda perekonomian tetap berputar.
Senada dengan Andre, Anggota Komisi VI Mufti Aimah Nurul Anam turut memberikan pujian. Menurutnya, upaya Pertamina merespons bencana di Sumatera merupakan pekerjaan yang sangat tidak mudah, terutama karena kendala infrastruktur yang parah akibat bencana. "Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai," ungkap Mufti, menyoroti efektivitas penanganan yang luar biasa. Ke depan, Mufti berharap agar semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini, khususnya dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan penyaluran BBM di daerah bencana yang lebih matang dan adaptif.
Kecepatan respons BUMN ini, menurut anggota Komisi VI lainnya, Darmadi Durianto, tidak lepas dari kepemimpinan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. "Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun, di WA dia jawab, responsif sekali. Apalagi ke masyarakat, responsif sekali. Saya pernah minta tolong dan itu langsung bergerak," tutur Darmadi, menggarisbawahi dedikasi dan aksesibilitas pimpinan Pertamina yang menjadi kunci keberhasilan dalam situasi darurat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pasokan energi nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar