55 NEWS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah merancang skema strategis yang komprehensif untuk mengantisipasi potensi pergerakan masyarakat yang diproyeksikan menembus angka 143 juta orang pada periode Angkutan Lebaran 1447 H atau tahun 2026. Persiapan matang ini menjadi krusial mengingat skala mobilitas yang masif, yang tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi tetapi juga memicu perputaran roda perekonomian nasional.

Related Post
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, dalam keterangan resminya pada Minggu (15/2/2026), menggarisbawahi bahwa fenomena migrasi tahunan ini akan menjadi tantangan sekaligus peluang. "Dengan estimasi 143 juta orang melakukan perjalanan, kami melihat ini sebagai indikator vitalitas ekonomi dan sosial. Jawa Barat diprediksi menjadi provinsi asal favorit dengan kontribusi sekitar 21,52% atau setara 30,97 juta orang. Sementara itu, Jawa Tengah menempati posisi teratas sebagai provinsi tujuan favorit, menyerap sekitar 26,90% atau 38,71 juta orang," jelas Aan, menyoroti dinamika demografi dan ekonomi regional yang terlibat.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, Ditjen Perhubungan Darat telah mengoptimalkan berbagai sarana dan prasarana angkutan jalan. Sebanyak 177 terminal (terdiri dari 115 Tipe A dan 62 Tipe B) akan dioperasikan secara penuh. Selain itu, 48 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) akan difungsikan sebagai rest area untuk kenyamanan pemudik. Armada bus yang disiapkan pun sangat masif, mencapai 31.345 unit, meliputi 11.639 unit Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), 63 unit Angkutan Lintas Batas Negara, 17.850 unit Angkutan Pariwisata, dan 1.793 unit Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Sektor penyeberangan juga tak luput dari perhatian. Kemenhub telah menyiapkan 72 unit dermaga, 254 unit kapal penyeberangan, 29 pelabuhan penyeberangan, dan 15 lintas penyeberangan. Infrastruktur ini vital untuk menghubungkan pulau-pulau dan memastikan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat berjalan tanpa hambatan, terutama di jalur-jalur padat seperti Merak-Bakauheni.
Lebih lanjut, Dirjen Aan menambahkan inovasi dalam penyediaan fasilitas istirahat. "Selain UPPKB yang kami alihfungsikan menjadi rest area, kami juga berkolaborasi erat dengan pihak kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk memanfaatkan beberapa masjid sebagai titik istirahat di beberapa kota strategis. Ini mencakup Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo, dan Kebumen," paparnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pemudik.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, inspeksi keselamatan atau ramp check pada seluruh armada bus akan digencarkan mulai tanggal 23 Februari hingga 29 Maret 2026. Langkah proaktif ini bertujuan untuk memastikan setiap unit transportasi memenuhi standar kelayakan jalan, meminimalisir risiko kecelakaan, dan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan. Kesiapan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengelola salah satu pergerakan massa terbesar di Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar