55 NEWS – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatatkan performa gemilang selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, dengan lonjakan signifikan pada jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh. Angka harian penumpang dilaporkan menembus 25.678 orang, sebuah pencapaian yang mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi modern ini sekaligus potensi besar bagi pergerakan ekonomi regional.

Related Post
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, merinci data impresif tersebut. Pada Jumat (13/2), Whoosh telah mengangkut 24.381 penumpang. Puncaknya terjadi pada Sabtu (14/2) dengan sekitar 25.700 penumpang. "Angka ini jauh melampaui rata-rata akhir pekan biasa yang biasanya berkisar antara 20-21 ribu penumpang per hari," jelas Eva, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Untuk Minggu (15/2), penjualan tiket hingga pagi hari sudah mencapai lebih dari 12 ribu, dengan proyeksi total penumpang melampaui 22 ribu pada akhir hari, menandakan konsistensi permintaan yang kuat.

Peningkatan mobilitas ini, menurut Eva, bukan semata-mata didorong oleh agenda liburan. Momen ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat menjelang bulan Ramadan. Fenomena ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pergerakan penumpang di rute vital Jakarta-Bandung, menunjukkan peran Whoosh sebagai fasilitator konektivitas sosial dan ekonomi yang efektif.
Dari perspektif ekonomi, lonjakan penumpang Whoosh ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi geliat sektor pariwisata dan perdagangan di koridor Jakarta-Bandung. Efisiensi waktu tempuh yang ditawarkan Whoosh telah mengubah pola mobilitas, memungkinkan masyarakat untuk lebih sering melakukan perjalanan singkat, baik untuk rekreasi maupun keperluan bisnis. Ini berpotensi mendorong peningkatan transaksi ekonomi lokal, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga UMKM di kedua kota. Investasi pada infrastruktur transportasi modern seperti Whoosh terbukti mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian regional, membuka peluang baru bagi pengembangan bisnis dan lapangan kerja.
Dengan capaian rekor ini, Whoosh tidak hanya membuktikan diri sebagai solusi transportasi yang diminati, tetapi juga sebagai katalisator potensial bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana KCIC dapat mempertahankan momentum ini dan terus berinovasi untuk memaksimalkan kontribusi Whoosh terhadap pembangunan ekonomi nasional, menjadikannya tulang punggung konektivitas yang berkelanjutan dan produktif.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar