55 NEWS – Di tengah gempuran bencana alam yang kian tak terduga, sebuah kabar melegakan datang dari Sumatera. Ratusan aset vital negara yang terdampak banjir parah di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ternyata telah dibentengi oleh payung perlindungan finansial senilai triliunan rupiah. Program Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) kembali membuktikan efektivitasnya sebagai garda terdepan dalam mitigasi risiko, memastikan pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih cepat dan tanpa membebani kas negara secara signifikan.

Related Post
Data terbaru menunjukkan, sebanyak 703 objek aset negara yang terkena dampak banjir di wilayah tersebut telah terlindungi dengan total nilai pertanggungan mencapai angka fantastis, sekitar Rp6,48 triliun. Angka ini menegaskan betapa krusialnya pengelolaan risiko yang terukur guna menjaga keberlanjutan aset publik dan stabilitas anggaran negara di tengah ancaman bencana yang terus meningkat.

Sejak digulirkan pada tahun 2019, inisiatif ABMN ini telah menjadi pilar penting dalam manajemen risiko aset publik. Dengan partisipasi 77 lembaga negara, program ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah instrumen vital yang telah menyalurkan klaim senilai total Rp108 miliar hingga Januari 2026, mayoritas di antaranya merupakan respons terhadap insiden bencana. Asuransi Jasindo, sebagai ketua konsorsium ABMN, terus memastikan program ini berjalan optimal, menunjukkan besarnya peran asuransi dalam menanggung dan memulihkan risiko atas aset negara saat terjadi musibah.
Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandy, pada Senin (16/2/2026), menegaskan filosofi di balik program ini. "Asuransi bukan sekadar kewajiban administratif yang harus dipenuhi, melainkan sebuah instrumen strategis negara yang fundamental dalam menjaga nilai dan keberlangsungan aset publik," ujarnya. Ia menambahkan, "Melalui Program ABMN, kami memastikan bahwa potensi kerugian akibat bencana tidak serta-merta menjadi beban anggaran negara dan mengganggu operasional lembaga. Sebaliknya, risiko tersebut dapat dikelola secara terukur, efisien, dan berkelanjutan, memungkinkan alokasi dana publik tetap fokus pada pembangunan dan pelayanan."
Komitmen Asuransi Jasindo sebagai ketua konsorsium ABMN tidak hanya berhenti pada pengelolaan polis, namun juga pada kehadiran nyata dalam setiap peristiwa. Perlindungan komprehensif atas dampak banjir di tiga provinsi Sumatera ini menjadi bukti konkret dedikasi perusahaan untuk mendukung ketahanan finansial negara di tengah tantangan alam. Dengan adanya ABMN, pemerintah memiliki jaring pengaman yang kuat untuk meminimalkan dampak ekonomi dari bencana, mempercepat proses rehabilitasi, dan menjaga stabilitas fiskal. Ini adalah langkah maju dalam pengelolaan risiko negara yang modern dan adaptif, sebuah strategi jitu yang patut dicontoh.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar