55 NEWS – Jakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru, melainkan sebuah katalisator fundamental untuk merancang ulang tata kelola negara. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa momentum ini adalah kesempatan emas untuk mengukir peradaban birokrasi Indonesia yang lebih modern dan efisien.

Related Post
Menurut Rini, visi IKN jauh melampaui sekadar relokasi geografis. Ini adalah platform strategis untuk merekonstruksi secara menyeluruh mekanisme kerja negara, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan penyediaan layanan publik agar lebih terintegrasi dan responsif. Kualitas birokrasi yang akan terbentuk di IKN, lanjutnya, akan menjadi cerminan peradaban baru Indonesia di kancah global.

IKN digambarkan sebagai ‘laboratorium’ ideal untuk mengimplementasikan konsep smart governance dari fondasinya, bukan sekadar menambal sulam sistem yang usang. Dengan adopsi konsep layanan berbagi pakai, seperti shared office dan shared system, kolaborasi lintas instansi akan diperkuat secara signifikan. Ini memungkinkan pemanfaatan fasilitas secara optimal, memangkas birokrasi, dan mendorong efisiensi operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih lanjut, MenPANRB menyoroti bahwa IKN lahir di tengah era disrupsi global, menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di sana untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin perubahan. IKN adalah panggung bagi ASN untuk membuktikan kapabilitas mereka dalam bekerja lintas sektor, menavigasi kompleksitas konflik kepentingan, menyajikan layanan yang terintegrasi, menumbuhkan etos budaya melayani, serta berorientasi pada pencapaian hasil bersama (shared outcome).
“Para ASN di IKN adalah pionir sejati. Mereka tidak hanya menata ulang, melainkan memulai dari nol; tidak sekadar memperbaiki sistem yang ada, namun membangun fondasi peradaban dan tata kelola baru yang akan siap menyambut kedatangan ASN lainnya,” ujar Rini, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Senin (16/1/2026).
Rini juga menekankan bahwa esensi keberhasilan pembangunan kota cerdas di IKN terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Aparatur negara dituntut untuk secara berkelanjutan mengasah kemampuan, meningkatkan kompetensi, dan menguasai ekosistem digital yang akan menjadi tulang punggung utama dalam arsitektur tata kelola pemerintahan masa depan.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar