55 NEWS – Denyut nadi konektivitas ekonomi di koridor selatan Jakarta-Jawa Barat semakin terasa dengan pesatnya progres pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) Paket 2A. Per pertengahan Februari 2026, proyek strategis sepanjang 10,50 kilometer ini telah menorehkan capaian fisik konstruksi yang impresif, mencapai 81,65 persen. Target rampung pada September 2026 kian realistis, menjanjikan era baru efisiensi logistik dan mobilitas yang akan berdampak signifikan pada lanskap ekonomi regional.

Related Post
Paket 2A bukan sekadar infrastruktur jalan biasa; ia adalah tulang punggung strategis yang akan menyatukan dua simpul ekonomi vital: Simpang Susun Jatiasih di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E1 dengan Simpang Susun Sadang di Jalan Tol Purbaleunyi. Integrasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurai kemacetan kronis di Tol Jakarta-Cikampek eksisting, sekaligus membuka koridor alternatif yang lebih efisien bagi pergerakan barang dan jasa dari Ibu Kota menuju sentra-sentra produksi di Jawa Barat.

Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Aditya Novendra, menegaskan bahwa kehadiran tol ini akan menjadi katalisator pertumbuhan. "Kami optimis, Tol Japek II Selatan Paket 2A akan mempermudah mobilitas masyarakat dan, yang lebih krusial, memperlancar arus distribusi logistik. Ini bukan hanya tentang waktu tempuh yang lebih singkat, melainkan tentang menciptakan efek berganda yang positif terhadap roda perekonomian di wilayah yang dilintasi," ungkap Aditya dalam keterangan resmi yang diterima 55tv.co.id, Jumat (27/2/2026).
Sebagai bagian dari skema Kerja Sama Operasi (KSO), PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memegang peranan vital dalam berbagai tahapan konstruksi. Lingkup pekerjaan utama meliputi timbunan dan galian tanah, pembangunan struktur beton, pemasangan bore pile, hingga instalasi PCI girder dan steel box girder. Komitmen terhadap inovasi juga tercermin dari adopsi teknologi mutakhir seperti Building Information Modelling (BIM) yang menjamin akurasi desain dan efisiensi volume pekerjaan. Tak hanya itu, pemanfaatan Augmented Reality (AR) berbasis barcode turut diimplementasikan untuk visualisasi lapangan dan pengendalian mutu yang presisi, memastikan setiap detail konstruksi memenuhi standar tertinggi.
Namun, perjalanan menuju rampungnya tol ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu rintangan signifikan adalah pekerjaan erection girder pada titik perlintasan krusial dengan Tol Cimanggis-Cibitung Tollway (CCT) yang masih aktif. Pembatasan window time yang ketat menuntut pendekatan khusus. Untuk mengatasi ini, metode launcher dipilih secara cermat, tidak hanya demi menjaga keselamatan kerja para pekerja dan pengguna jalan, tetapi juga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di tol yang beroperasi.
Aditya menambahkan, "Setiap tahapan pelaksanaan dilakukan dengan perhitungan matang, memastikan kesesuaian metode kerja dan kapasitas alat yang digunakan. Koordinasi intensif dengan pengelola tol, Dinas Perhubungan, serta pihak Kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional di lapangan." Dengan progres yang terus melaju, Tol Japek II Selatan Paket 2A diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur penghubung, melainkan sebuah arteri ekonomi baru yang akan mengalirkan vitalitas dan potensi pertumbuhan ke seluruh penjuru Jawa Barat.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar