55 NEWS – Pasar energi global kembali bergejolak. Harga bensin eceran di Amerika Serikat (AS) dilaporkan melonjak drastis, menembus angka psikologis USD3 per galon. Ini merupakan kali pertama sejak November 2025, sebuah indikator yang mengkhawatirkan di tengah eskalasi konflik geopolitik antara AS dan Israel dengan Iran.

Related Post
Kenaikan harga bahan bakar ini tidak terlepas dari respons Teheran terhadap serangkaian serangan yang melibatkan AS dan Israel. Tindakan balasan tersebut secara signifikan mengganggu rantai pasokan minyak global, dengan laporan adanya serangan terhadap fasilitas produksi di negara-negara tetangga serta kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur perdagangan maritim vital dunia. Akibatnya, harga minyak mentah dunia meroket; minyak mentah Brent, sebagai patokan global, melonjak lebih dari 5% hingga mendekati USD77 per barel, yang secara langsung mendorong kenaikan biaya bahan baku bensin.

Lonjakan harga bensin ini sontak memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat AS, yang kini harus berjuang lebih keras untuk mengimbangi kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari. "Harga bensin memiliki kekuatan psikologis yang luar biasa. Ini adalah salah satu indikator inflasi paling nyata yang konsumen lihat dan rasakan setiap hari," ungkap Mark Malek, Kepala Investasi Siebert Financial, seperti dikutip dari laporan 55tv.co.id pada Selasa (3/3/2026).
Para analis pasar memperkirakan bahwa setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar USD10 per barel berpotensi mendorong harga bensin eceran naik hingga 25 sen per galon di stasiun pengisian bahan bakar. Potensi lonjakan yang lebih besar bahkan dapat terjadi jika terdapat hambatan operasional di kilang-kilang minyak. Data dari OPIS menunjukkan bahwa harga rata-rata bensin eceran telah melampaui USD3 per galon pada Senin (2/3/2026). Tom Kloza, Penasihat Senior Gulf Oil, bahkan memproyeksikan bahwa harga bensin dapat menyentuh USD3,25 per galon dalam minggu ini, mengingat krisis geopolitik yang terus memanas.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar