TERBONGKAR: Strategi Jitu Pemerintah Amankan Pasokan Energi! RI Siap Genjot Cadangan BBM Hingga 90 Hari, Mengapa Ini Krusial Bagi Stabilitas Ekonomi Nasional?

TERBONGKAR: Strategi Jitu Pemerintah Amankan Pasokan Energi! RI Siap Genjot Cadangan BBM Hingga 90 Hari, Mengapa Ini Krusial Bagi Stabilitas Ekonomi Nasional?

55 NEWS – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi makro ekonomi yang ambisius dengan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) baru. Langkah ini, yang diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, bertujuan untuk memperkuat cadangan energi nasional dan menargetkan peningkatan daya tahan pasokan hingga 90 hari, sebuah lompatan signifikan untuk menjamin stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.

COLLABMEDIANET

Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas daya tampung BBM nasional saat ini masih jauh dari ideal. Selama ini, kemampuan penyimpanan maksimal hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 25 hari, dengan cadangan rata-rata berada di kisaran 20 hingga 23 hari. "Kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana kelazimnya," kata Bahlil, seperti dilansir 55tv.co.id pada Kamis (5/3/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun memenuhi standar minimal, kondisi saat ini masih rentan terhadap guncangan eksternal.

TERBONGKAR: Strategi Jitu Pemerintah Amankan Pasokan Energi! RI Siap Genjot Cadangan BBM Hingga 90 Hari, Mengapa Ini Krusial Bagi Stabilitas Ekonomi Nasional?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meskipun angka tersebut memenuhi standar minimal cadangan nasional, pemerintah memandang perlu adanya penguatan signifikan. Hal ini krusial untuk menghadapi dinamika pasar global yang volatile, potensi gangguan pasokan akibat konflik geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas yang dapat berdampak langsung pada inflasi dan daya beli masyarakat. Bahlil menegaskan bahwa inti persoalan bukan pada ketersediaan pasokan minyak mentah atau BBM untuk diisi, melainkan pada keterbatasan infrastruktur fasilitas penyimpanan yang ada. Dengan penambahan kapasitas storage, Indonesia tidak hanya akan memiliki bantalan yang lebih besar terhadap krisis energi, tetapi juga memperkuat posisi tawar di pasar internasional serta meningkatkan resiliensi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar