IHSG Terjun Bebas 7,89%: Menkeu Purbaya Bocorkan Strategi Kontroversial! Saatnya Panen Cuan atau Justru Bencana?

IHSG Terjun Bebas 7,89%: Menkeu Purbaya Bocorkan Strategi Kontroversial! Saatnya Panen Cuan atau Justru Bencana?

55 NEWS – Pasar modal Indonesia diguncang pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluluhlantakkan ekspektasi investor dengan anjlok tajam sebesar 7,89%. Dari level psikologis 8.200 yang sempat kokoh, kini IHSG terperosok ke kisaran 7.500-an. Penurunan drastis ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat luas.

COLLABMEDIANET

Menanggapi gejolak yang terjadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Ia menyoroti bahwa sentimen negatif yang memicu koreksi pasar ini dipicu oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings. Fitch baru-baru ini merevisi prospek (outlook) utang Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif", sebuah langkah yang secara historis kerap memicu reaksi jual di pasar.

IHSG Terjun Bebas 7,89%: Menkeu Purbaya Bocorkan Strategi Kontroversial! Saatnya Panen Cuan atau Justru Bencana?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, di tengah gelombang sentimen bearish tersebut, Purbaya dengan tegas menyatakan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh. Menurutnya, tidak ada perubahan struktural signifikan yang terjadi pada perekonomian Indonesia. Bahkan, ia melihat Indonesia justru berada dalam tren percepatan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

"Jadi tidak perlu takut, S&P, Fitch yang mengeluarkan outlook negatif. Jika digabung dengan kondisi global, saham turun, perusahaan terdampak. Namun fondasi kita masih kuat, tidak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam sebuah Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026), seperti dilansir 55tv.co.id.

Purbaya menilai bahwa koreksi harga saham domestik ini hanyalah dinamika sementara yang diakibatkan oleh persepsi lembaga rating dan kondisi global. Ia justru melihat penurunan ini sebagai paradoks: sebuah peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dan pelaku pasar yang cerdas. Ia meminta publik untuk tidak panik dan memanfaatkan momentum ini.

"Kalau saham turun lagi, itu sebenarnya saat yang tepat untuk membeli. Jadi tidak perlu takut," ujarnya, memberikan sinyal kuat kepada investor untuk "membeli saat diskon."

Merespons serangkaian peringatan dari berbagai lembaga keuangan global lainnya, termasuk S&P, Moody’s, Goldman Sachs, dan MSCI, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah terus bekerja keras untuk menutup celah kelemahan dalam postur ekonomi nasional, memperkuat resiliensi ekonomi agar lebih tahan terhadap guncangan eksternal di masa mendatang.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar