Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas 7,89%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Seminggu: Menkeu Beri Sinyal Mengejutkan, Panik atau Ini Peluang Emas?

Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas 7,89%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Seminggu: Menkeu Beri Sinyal Mengejutkan, Panik atau Ini Peluang Emas?

55 NEWS – Pasar modal Indonesia dilanda gejolak signifikan pekan ini, menyusul eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera tampil menenangkan, menegaskan bahwa pelaku pasar dan masyarakat tidak perlu panik. Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan sedang dalam fase ekspansi yang stabil dalam jangka panjang.

COLLABMEDIANET

Untuk memahami lebih dalam dinamika pasar yang terjadi, 55tv.co.id merangkum sejumlah poin krusial terkait pelemahan IHSG sepanjang periode perdagangan 2-6 Maret 2026:

Bursa Berdarah! IHSG Terjun Bebas 7,89%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Seminggu: Menkeu Beri Sinyal Mengejutkan, Panik atau Ini Peluang Emas?
Gambar Istimewa : img.okezone.com
  1. IHSG Terjun Bebas 7,89 Persen:
    Periode perdagangan 2-6 Maret 2026 ditutup dengan rapor merah bagi Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan, anjlok 7,89 persen dalam rentang waktu sepekan. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa indeks kini bertengger di level 7.585,687, jauh di bawah posisi 8.235,485 pada pekan sebelumnya, setelah sempat bertahan di level psikologis 8.200-an.

  2. Kapitalisasi Pasar Tergerus Triliunan Rupiah:
    Pelemahan IHSG turut menyeret kapitalisasi pasar bursa, yang terkoreksi 7,85 persen. Angka ini setara dengan lenyapnya sekitar Rp1,160 triliun, dari Rp14.787 triliun menjadi Rp13.627 triliun. Kondisi ini diperparah dengan melambatnya seluruh indikator rata-rata transaksi harian. Rata-rata Nilai Transaksi Harian merosot 16,64 persen menjadi Rp24,97 triliun, sementara Rata-rata Volume Transaksi Harian anjlok 17 persen menjadi 42,34 miliar lembar saham. Bahkan, Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian pun ikut menurun 7,33 persen menjadi 2,73 juta kali transaksi.

  3. Eksodus Investor Asing:
    Tekanan jual semakin diperparah oleh aksi jual bersih (net foreign sell) yang masif dari investor asing. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp263 miliar. Lebih mengkhawatirkan, secara akumulatif sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, total nilai jual bersih investor asing telah mencapai angka fantastis Rp7,29 triliun, mengindikasikan sentimen negatif yang mendalam.

Meskipun pasar dihadapkan pada turbulensi signifikan, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi jangkar yang penting. Ia mengingatkan bahwa di tengah fluktuasi jangka pendek, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan proyeksi ekspansi jangka panjang tetap menjadi pegangan bagi investor. Pertanyaannya kini, apakah gejolak ini akan menjadi badai yang berkepanjangan atau justru membuka peluang emas bagi investor yang jeli?

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar