Guncangan Hebat di Bursa! IHSG Ambles Lebih dari 3%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Sekejap, Apa Pemicunya dan Bagaimana Nasib Investasi Anda?

Guncangan Hebat di Bursa! IHSG Ambles Lebih dari 3%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Sekejap, Apa Pemicunya dan Bagaimana Nasib Investasi Anda?

55 NEWS – Pasar modal Indonesia menghadapi sesi pembukaan pekan yang berat pada Senin (9/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok signifikan sebesar 3,49% atau setara 264,6 poin, mengakhiri sesi pertama perdagangan di level 7.321,07. Penurunan tajam ini memicu kekhawatiran di kalangan investor dan analis pasar, menandai awal pekan yang penuh gejolak di lantai bursa.

COLLABMEDIANET

Volume transaksi pada sesi ini mencapai 20,4 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi yang fantastis, mencapai Rp9,6 triliun. Data yang dihimpun oleh 55tv.co.id menunjukkan bahwa dominasi sentimen negatif sangat terasa, di mana hanya 51 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas, yakni 695 saham, terperosok ke zona merah. Sebanyak 212 saham lainnya terpantau stagnan, mencerminkan meluasnya aksi jual di seluruh papan perdagangan.

Guncangan Hebat di Bursa! IHSG Ambles Lebih dari 3%, Triliunan Rupiah Lenyap dalam Sekejap, Apa Pemicunya dan Bagaimana Nasib Investasi Anda?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kondisi serupa juga melanda indeks-indeks utama lainnya, mengindikasikan tekanan pasar yang sistemik. Indeks LQ45 tergerus 3,64%, IDX30 melemah 3,37%, MNC36 turun 3,35%, dan indeks JII bahkan mengalami koreksi lebih dalam sebesar 4,52%. Seluruh indeks sektoral terpantau kompak berada di zona merah, mencakup sektor energi, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, konsumer non siklikal, infrastruktur, konsumer siklikal, properti, teknologi, dan kesehatan. Fenomena ini menggarisbawahi bahwa tekanan jual terjadi secara merata di berbagai lini bisnis, tanpa terkecuali.

Di tengah gelombang koreksi yang melanda, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja positif sebagai top gainers. Di antaranya adalah PT Indo Premier Investment Management Tbk (CISB) yang melesat 34,62% ke harga 105, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) naik 14,95% ke 246, dan PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menguat 13,77% ke 157. Kenaikan ini, meskipun signifikan, tidak mampu menahan laju penurunan indeks secara keseluruhan.

Sebaliknya, daftar top losers didominasi oleh saham-saham yang tertekan hebat. PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) anjlok 15% ke 187, PT Arracord Nusantara Group Tbk (RONY) juga merosot 15% ke 2.210, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) terkoreksi 14,69% ke 1.045. Penurunan drastis pada saham-saham ini turut berkontribusi besar terhadap pelemahan IHSG.

Analis pasar dari 55tv.co.id mengamati bahwa penurunan signifikan ini kemungkinan dipicu oleh kombinasi sentimen global yang kurang kondusif dan aksi profit taking besar-besaran di pasar domestik. Kekhawatiran terhadap inflasi yang persisten, potensi kenaikan suku bunga acuan, atau perlambatan ekonomi global seringkali menjadi katalis utama bagi koreksi tajam seperti yang terjadi hari ini. Investor disarankan untuk tetap waspada, melakukan evaluasi ulang portofolio, dan mencermati perkembangan makroekonomi serta kebijakan moneter di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar