Ancaman Iran Guncang Pasar Minyak Global: Harga $200 per Barel Bukan Lagi Isapan Jempol, Dunia di Ambang Krisis Energi?

Ancaman Iran Guncang Pasar Minyak Global: Harga $200 per Barel Bukan Lagi Isapan Jempol, Dunia di Ambang Krisis Energi?

55 NEWS – Prospek ekonomi global kembali dihadapkan pada ketidakpastian serius menyusul peringatan keras dari Iran. Teheran secara eksplisit menyatakan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga menyentuh angka fantastis USD200 per barel. Peringatan ini bukan tanpa dasar, melainkan respons terhadap eskalasi serangan yang menargetkan infrastruktur energi vital negara tersebut, yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Saat ini, harga minyak mentah telah bertengger di level USD100 per barel, sebuah titik tertinggi yang belum pernah tercapai sejak tahun 2022, menandakan volatilitas pasar yang kian mengkhawatirkan.

COLLABMEDIANET

Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap tangki penyimpanan di kilang minyak Teheran. Insiden ini sontak memaksa pemerintah Iran untuk memberlakukan pembatasan jatah bahan bakar bagi para pengendara, memicu kekhawatiran akan krisis energi domestik. "Jika Anda sanggup menoleransi harga minyak di atas USD200 per barel, silakan lanjutkan permainan ini," tegas seorang Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, sebagaimana dikutip oleh The Wall Street Journal pada Selasa (10/3/2026). Pernyataan ini jelas merupakan ultimatum yang menggarisbawahi potensi dampak ekonomi global yang destruktif jika konflik tidak mereda.

Ancaman Iran Guncang Pasar Minyak Global: Harga 0 per Barel Bukan Lagi Isapan Jempol, Dunia di Ambang Krisis Energi?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sejak awal mula konflik yang memanas, Iran dan kelompok-kelompok proksinya juga dituding telah melancarkan serangkaian serangan terhadap beberapa fasilitas minyak di negara-negara produsen utama di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwait. Aksi-aksi ini secara langsung berkontribusi pada penurunan signifikan dalam kapasitas produksi minyak di negara-negara tersebut, memperketat pasokan global dan memicu kenaikan harga.

Setidaknya lima lokasi energi strategis di dalam dan sekitar Teheran telah menjadi sasaran serangan udara, menciptakan pemandangan dramatis dan kepanikan di ibu kota Iran. Dampak domino dari ketidakstabilan ini juga dirasakan oleh negara tetangga. Perusahaan minyak nasional Kuwait, misalnya, telah mengumumkan pengurangan produksi sebagai langkah antisipatif dan pencegahan di tengah ancaman serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran.

Krisis ini semakin diperparah dengan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia, selama seminggu terakhir. Selat ini merupakan arteri vital yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima dari total kapal tanker minyak dan gas global. Penutupan jalur krusial ini tidak hanya mengganggu rantai pasokan energi internasional secara drastis, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga komoditas yang lebih luas, mengancam stabilitas ekonomi di berbagai belahan dunia. Para analis ekonomi memandang situasi ini dengan penuh kekhawatiran, mengingat potensi tekanan inflasi yang masif dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global jika eskalasi terus berlanjut.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar