55 NEWS – Di tengah gejolak geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik antara Israel-AS dan Iran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan pernyataan yang menenangkan publik. Zulhas menegaskan bahwa pasokan pangan di Indonesia tidak akan terganggu atau terpengaruh oleh situasi perang tersebut, sebuah klaim yang sontak menarik perhatian para pengamat ekonomi dan masyarakat luas.

Related Post
Pernyataan ini disampaikan Zulhas kepada awak media di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/3). Menurutnya, stabilitas ketahanan pangan nasional tetap terjaga karena Indonesia tidak memiliki ketergantungan impor bahan pangan dari kawasan konflik tersebut. "Jadi semua aman walaupun ada perang di Timur Tengah, pangan kita tidak terpengaruh karena kita tidak ada impor pangan dari Timur Tengah," tegas Zulhas, memberikan jaminan di tengah kekhawatiran global.

Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa komoditas pangan yang selama ini diimpor oleh Indonesia, seperti gandum, berasal dari wilayah yang jauh dari zona konflik. "Yang kita impor gandum, gandum tidak dari Timur Tengah tapi dari Eropa dan Kanada," paparnya, merujuk pada negara-negara yang memiliki rantai pasok stabil dan tidak terdampak langsung oleh ketegangan di Timur Tengah. Hal ini menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gandum di pasar domestik.
Selain itu, kekuatan utama ketahanan pangan Indonesia terletak pada kemampuan produksi dalam negeri untuk sejumlah komoditas strategis. Zulhas menekankan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk beberapa bahan pangan pokok. "Kita swasembada beras, swasembada jagung, ayam, ikan sudah ya," imbuhnya, menyoroti keberhasilan program-program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan lokal. Kondisi swasembada ini menjadi benteng pertahanan utama terhadap potensi guncangan pasokan global, memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa perlu bergantung pada impor dari wilayah berisiko.
Pernyataan Zulhas ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran publik dan pelaku pasar terkait potensi kenaikan harga atau kelangkaan pangan akibat ketidakpastian geopolitik. Dengan strategi diversifikasi sumber impor dan penguatan produksi domestik, pemerintah optimis mampu menjaga stabilitas ekonomi makro, khususnya di sektor pangan, di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Editor: Akbar soaks







Tinggalkan komentar