55 NEWS – Dalam sebuah langkah strategis yang digadang-gadang akan memperkuat posisi Indonesia di kancah pasar emas global sekaligus mengimplementasikan visi Asta Cita pemerintah, PT Pegadaian bersama sejumlah entitas terkemuka di sektor industri emas nasional menginisiasi pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Inisiatif ini menandai komitmen serius para pelaku pasar untuk mendorong tata kelola emas domestik yang lebih terintegrasi dan berdaya saing internasional.

Related Post
Asosiasi Pasar Emas Indonesia, atau IBMA, direncanakan akan resmi diluncurkan pada Juni 2026. Pembentukan asosiasi ini merupakan hasil konsensus kolektif dari sebelas perusahaan raksasa di industri emas dan logistik. Daftar entitas prestisius tersebut meliputi PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), AMMAN, ICDX Group, Hartadinata Abadi, Sentral Kreasi Kencana (SKK), Lakuemas, Brinks, UBS Gold, Central Mega Kencana (CMK), serta PT Pegadaian Galeri 24, anak usaha strategis dari Pegadaian. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk ekosistem emas nasional.

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, dalam pernyataannya yang diterima oleh 55tv.co.id, menegaskan bahwa kehadiran IBMA merupakan respons krusial terhadap urgensi tata kelola pasar emas domestik yang lebih terintegrasi, transparan, akuntabel, dan berdaya saing tinggi. Sebagai entitas yang memelopori konsep Bank Emas di Indonesia, Pegadaian berkomitmen penuh untuk mendukung eksistensi IBMA sebagai fondasi baru bagi industri ini.
Damar menyoroti potensi besar Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia. "Dengan IBMA, kami tidak hanya berambisi menjadi penonton pasif, melainkan terlibat aktif dalam upaya pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan bahwa emas lokal kita memiliki daya saing yang tangguh di pasar global," ujar Damar, menekankan visi strategis tersebut yang bertujuan mengangkat harkat emas Indonesia di panggung internasional.
Lebih lanjut, Damar menguraikan bahwa IBMA akan berfungsi sebagai pilar esensial dalam mendukung implementasi Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam akselerasi hilirisasi dan industrialisasi sektor pertambangan. Inisiatif ini dirancang untuk secara signifikan meningkatkan nilai tambah (value-added) komoditas emas serta memastikan sirkulasi emas tetap berputar di dalam negeri, mengoptimalkan manfaat ekonomi bagi bangsa dan menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih kokoh.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar