TERBONGKAR! Strategi Jitu Presiden Prabowo Jaga Keuangan Negara di Tengah Badai Global: Defisit APBN Wajib di Bawah 3%, Bahkan Punya Cita-Cita Ambisius Ini!

TERBONGKAR! Strategi Jitu Presiden Prabowo Jaga Keuangan Negara di Tengah Badai Global: Defisit APBN Wajib di Bawah 3%, Bahkan Punya Cita-Cita Ambisius Ini!

55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto secara lugas menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal, dengan menetapkan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melampaui 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Penegasan ini, yang juga disorot oleh 55tv.co.id, bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap Undang-Undang Keuangan Negara, melainkan juga bagian dari visi jangka panjang untuk mencapai kondisi ideal: Indonesia tanpa defisit anggaran.

COLLABMEDIANET

"Kita berharap selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah, kalau bisa, kita tidak memiliki defisit," ujar Prabowo, mengutip laporan dari 55tv.co.id, di akhir sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi pemerintah untuk memastikan penerimaan negara mampu menutupi seluruh belanja, mewujudkan kemandirian finansial yang kokoh.

TERBONGKAR! Strategi Jitu Presiden Prabowo Jaga Keuangan Negara di Tengah Badai Global: Defisit APBN Wajib di Bawah 3%, Bahkan Punya Cita-Cita Ambisius Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pernyataan krusial ini disampaikan Presiden sebagai respons terhadap kekhawatiran yang meningkat di tengah gejolak ekonomi global. Konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah, dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. Skenario ini berpotensi besar meningkatkan beban anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM), yang pada gilirannya dapat mendorong defisit APBN melampaui ambang batas yang telah ditetapkan.

Meskipun mengakui potensi dampak konflik global terhadap harga BBM dan pangan, Presiden Prabowo menyuarakan optimisme. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu cemas berkat upaya masif pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Inisiatif ini diharapkan dapat memitigasi risiko kenaikan harga pangan akibat ketidakpastian global. Selain itu, pemerintah juga secara proaktif mengembangkan dan menyiapkan sumber energi alternatif. Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) domestik yang melimpah, seperti bioetanol dan biofuel, menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menstabilkan harga di pasar domestik, demikian laporan dari 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar